Urban Sketcher Rekam Sejarah Kota Medan Melalui Hasil Karya Mereka

Mengambil foto sebuah tempat atau bangunan sudah lazim dilakukan. Apalagi dengan maraknya ponsel canggih

Urban Sketcher Rekam Sejarah Kota Medan Melalui Hasil Karya Mereka
Foto bersama Urban Sketcher Medan di Taman Ahmad Yani beberapa waktu lalu (Tribun Medan/HO) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Septrina Ayu Simanjorang

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mengambil foto sebuah tempat atau bangunan sudah lazim dilakukan. Apalagi dengan maraknya ponsel canggih mempermudah orang dalam menangakap gambar dan mengabadikan momen.

Berbeda dengan komunitas satu ini. Urban Sketcher Medan namanya. Mereka merekam sejarah kota diatas kertas dengan pena, pewarna, dan alat tulis lainnya.

Komunitas ini sudah ada sejak Desember 2016. Mereka adalah bagian dari Urban Sketcher yang sudah bermula sejak 2007 di Amerika.

Tersebar hingga seluruh dunia, di Indonesia, Urban Sketcher Medan terbilang anak bungsu.

"Di Indonesia, hampir seluruh komunitas ini tersebar di pulau jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, sisanya ada di Bali, Maluku, dan Medan," tutur Founder Urban Sketcher Medan, Yulianto Qin.

Yulianto Qin menuturkan, awalnya ia yang dulunya bermukim di Jogja mengikuti komunitas yang sama di kota itu.

Namun, karena harus pindah ke Medan dan bekerja di kota ini, ia pun mencari komunitas yang mirip. Lama kelamaan, Yulianto memutuskan membuka komunitas sendiri, dan mendapat persetujuan pusat untuk membuat Urban Sketcher Medan.

Setiap bulan, para anggota yang berjumlah puluhan orang biasanya melakukan kegiatan kumpul sambil menggambar. Objeknya bisa gedung, bangunan, tempat wisata kota dan lainnya.

"Di Kota Medan banyak sekali bangunan tua yang menarik untuk digambar. Asiknya menggambar seperti ini, kita juga jadi tertarik mengulik sejarah bangunan itu. Jadi tambah ilmu juga," ungkapnya.

Menurut Yulianto, keberagaman suku dan agama di kota ini menjadikan Medan sangat kaya dan menarik untuk dijajal. Seperti Lonsum, Pasar Hindu, Klenteng, Gereja, Masjid raya, dan sebagainya.

Selain itu, mereka juga melaksanakan perkumpulan dengan komunitas Urban Sketcher yang ada di Asia rutin setiap tahun. 2016 mereka menjajal Bangkok, tahun selanjutnya di Malaysia, dan tahun ini mereka akan berangkat ke Taiwan.

"Harapan kami semoga ke depannya nanti, Medan juga bisa jadi tuan rumah. Karena ajang seperti itu sangat efektif untuk mengenalkan objek wisata yang ada di Medan ini kepada turis asing," pungkasnya.

Komunitas ini tidak menutup diri bagi siapapun yang ingin belajar menggambar. Mau umur berapa atau bahkan yang belum bisa menggambar sekalipun. Jika anda tertarik ingin bergabung dengan komunitas ini dapat menghubungi mereka di instagram @urbansketcher (cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved