Hari Batik Nasional

Pelajar Ar Rahman Gelar Karnaval Batik dari Bahan Daur Ulang Plastik dan Kertas Kado

Pelajar yang mengenakan kostum batik daur ulang hasil karyanya ini, juga dihiasi berbagai kertas dan plastik bahan bekas

Pelajar Ar Rahman Gelar Karnaval Batik dari Bahan Daur Ulang Plastik dan Kertas Kado
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Peringati Hari Batik Nasional, pelajar gelar carnaval batik berbahan daur ulang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam rangka memperingati hari batik nasional, ratusan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kejuruan Ar Rahman yang berada di Jalan Brigjend H.A Manaf Lubis No 58 Gaperta Ujung, menggelar pertunjukan hasil karya seni kostum batik berbahan daur ulang seperti plastik, kertas kado dan kertas koran, Selasa (2/10/2018).

Selain dapat meningkatkan kreativitas cara membuat batik berbagai ornamen yang dituangkan dalam berbagai kegiatan karnaval. Kegiatan yang dilakukan pelajar Yayasan Trikarya Perguruan Ar Rahman ini, patut diacungi jempol.

Lewat karnaval dilingkungan sekolahnya, diharapkan menjadi mimbar ajang perlombaan seni budaya. Hal ini merupakan materi mata pelajaran sekolah yang terletak di kawasan Jalan Gaperta ujung, Kecamatan Medan Helvetia tersebut.

Pelajar yang mengenakan kostum batik daur ulang hasil karyanya ini, juga dihiasi berbagai kertas dan plastik bahan bekas. Merupakan ide kreasi pelajar yang sudah tak perlu diragukan lagi. Saat tangan dan ide terampilnya berkreasi di pertunjukan.

Meski bukan berasal dari luar Pulau Sumatera, yang tentu lebih memahami proses pembuatan batik. Namun para siswa ini juga terlihat begitu lihai memainkan canting, untuk melakukan pewarnaan mengikuti garus motif batik. Hingga menghasilkan sebuah batik dengan motif indah menjadi ajang perlombaan.

Ratna Sarumpaet Babak Belur Dipukuli, Rizal Ramli Imbau Bareskrim Polri Segera Bertindak

Klaim Mayorga Diperkosa Cristiano Ronaldo, Ada Bukti Dokumen yang Bisa Jebloskan ke Penjara

Lumpur Pencabut Nyawa di Palu Bernama Likuifaksi, Begini Proses Kemunculannya

Ketua Hariam Yayasan Trikarya dan Perguruan Ar Rahman Harry Sugraha mengatakan dalam kegiatan perlombaan lewat karnaval untuk menunjukkan hasil karya pelajarnya.

Hotman Paris Tanya Kenapa Tidak Poles Payudara, Jawaban Cinta Laura Sangat Dewasa

MotoGP 2018, Jadwal Live Streaming MotoGP Thailand, Marquez di Atas Angin, Valentino Rossi Menyerah?

"Dihari hari Batik Nasional, kita yakini dapat meningkatkan kreativitas untuk mendalami untuk tetap menjaga salah atu ciri khas budaya tanah air," kata Harry, Selasa (2/10/2018)

Sementara itu, salah seorang pelajar bernama Sinta Putri Agusti mengaku ia belajar mencanting sejak awal masuk di sekolah Ar Rahman tersebut.

Polres Nias Deklarasi Pemilu Damai dan Penggalangan Dana Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Kapolri Ucapkan Terimakasih untuk Irjen Agus saat Pimpin Video Conference di Mabes Polri

JR Saragih Dianggap Tidak Jantan karena Enggan Temui Guru Honorer yang 6 Bulan Tak Gajian

"Ilmu yang saya dapat dari sekolah memberikan ilmu pengetahuan dan nantinya bermanfaat untuk bekal di masa depan," kata Sinta.

Camat Bandar Khalifah Sedih Warganya Tewas Terpanggang, Kesal Karena Listrik Sering Padam

PDAM Tirtanadi Sediakan Air Bersih Siap Minum untuk Peserta dan Khilafah

"Memang sulit membuatnya, tapi dibutuhkan kesabaran dan keseimbangan dalam meletakkan mala ke kain," sambungnya.

Perlu diketahui, walaupun materi mata pelajaran seni budaya. Namun bagi pemula bisa mendapat pengetahuan dan cara membuat sebuah batik indah dan berkualitas.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved