Kisruh Defisit BPJS Kesehatan, Direktur RSU Kabanjahe Berharap Tak Berimbas Ke Daerah

Beberapa waktu terakhir, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan mengalami defisit

Kisruh Defisit BPJS Kesehatan, Direktur RSU Kabanjahe Berharap Tak Berimbas Ke Daerah
Direktur RSU Kabanjahe Dr Arjuna Wijaya SpP (kanan) berharap permasalahan defisit BPJS tidak berimbas ke daerah, didampingi Sekretaris pengelola BPJS RSU Kabanjahe Magraniy Peranginangin (kiri), di ruangannya, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Beberapa waktu terakhir, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikabarkan mengalami defisit anggaran.

Keadaan tersebut, berdampak kepada tersendatnya klaim untuk ke beberapa rumah sakit. Yang mendatangkan persoalan baru di dalam rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS itu sendiri.

Namun, keadaan ini sepertinya tidak terjadi di RSUD Kabanjahe, karena hingga saat ini tidak ditemukan permasalahan akibat defisitnya BPJS.

Direktur RSUD Kabanjahe Dr Arjuna Wijaya SpP, menyebutkan hingga saat ini pelayanan masih berjalan lancar.

Dan untuk di Kabanjahe sendiri, dirinya mengklaim masyarakat yang berobat menggunakan BPJS masih terlayani.

"Mudah-mudahan masih dalam status aman, karena belum ada tunggakan hingga sekarang. Semoga permasalahan nasional ini tidak sampai ke daerah," ujar Arjuna, di ruangannya, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe, Rabu (3/10/2018).

Berbicara tentang klaim dari rumah sakit ke BPJS cabang Kabanjahe, dirinya mengungkapkan sebenarnya bagaimana kinerja dari pihak rumah sakit sendiri.

Artinya, tim dari rumah sakit juga harus dapat bekerjasama dengan pihak BPJS secara baik.

Ia menyebutkan, kinerja tersebut dibuktikan dengan komitmen tepat waktu dalam menyerahkan data klaim ke BPJS. Arjuna menambahkan, selain tepat waktu, pihak rumah sakit juga harus melengkapi segala keperluan administrasi sebelum menyerahkannya ke BPJS.

"Selama ini, kita dari pihak rumah sakit selalu melengkapi administrasi saat waktu pengklaiman. Inilah sebenarnya kenapa haru tepat waktu menyerahkan data, jadi kalau BPJS juga ada dana, kan tidak terlambat klaimnya," ucapnya didampingi Sekretaris pengelola BPJS RSU Kabanjahe Magraniy Peranginangin.

Berdasarkan informasi terakhir yang didapat, saat ini BPJS telah mendapat sokongan dana dari pemerintah untuk menambal defisit.

Diketahui, uang yang dicairkan oleh kementerian keuangan tersebut, sebesar Rp 4,9 triliun.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved