Ratna Sarumpaet Babak Belur, Polisi Cek 23 Rumah Sakit hingga Prabowo Subianto Angkat Bicara
Kabar makin santer, aktivis Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan. Calon presiden Prabowo Subianto menduga ada motif politik
TRIBUN-MEDAN.COM - Kabar makin santer, aktivis Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan.
Calon presiden Prabowo Subianto menduga ada motif politik di balik peristiwa penganiayaan yang dialami oleh anggota Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet.
Dugaan tersebut muncul karena tidak ada barang berharga maupun uang Ratna yang hilang pasca-penganiayaan.
Selain itu, kata Prabowo, Ratna sempat mengaku ada kalimat ancaman yang dilontarkan oleh pelaku terkait sikap politiknya.
Prabowo mengatakan, dalam alam demokrasi, setiap orang bebas dalam memilih sikap atau pandangan politik apapun.
Jika ada pihak yang menganggap pernyataan Ratna selama ini sebagai fitnah, menurut Prabowo, seharusnya dapat diselesaikan melalui proses hukum.
Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu pun menyesalkan tindakan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet.
"Kalau terjadi suatu fitnah ada prosesnya, bisa diadukan ke pengadilan. Tapi melakukan tindakan seperti ini terhadap seorang ibu-ibu berusia 70 tahun saya kira ini sebagai suatu tindakan yang di luar batas," kata Prabowo.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Prabowo pada Selasa (2/10/2018) sore, Ratna sempat menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya.
Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang menuturkan, Ratna dianiaya oleh tiga orang pada 21 September 2018 lalu di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Polisi Cek 23 Rumah Sakit
Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto menyebutkan pihaknya belum menerima laporan polisi (LP) soal dugaan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet tersebut.
"Ratna Sarumpaet, kita belum mendapatkan laporan, hanya informasi katanya dia dianiaya tanggal 21 September, nah itukan sudah lama, enggak ada laporan, ya kita enggak tahu," kata Setyo, Selasa (2/10/2018).
Sebelumnya, Ratna mengungkapkan kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, bahwa ia dianiaya oleh tiga orang pada 21 September 2018 lalu di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.
Setyo mengatakan, meski sudah berlangsung lebih dari satu pekan, namun Ratna masih bisa melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
Namun, ia mengkhawatirkan lamanya waktu tersebut dapat mengubah hasil visum. "Bisa bisa, cuman masalahnya nanti kalau divisum itu mungkin sudah sembuh kalau 10 hari," tutur dia.
Setyo juga membenarkan informasi bahwa pihaknya mencari keberadaan Ratna ke sejumlah rumah sakit yang ada di Bandung. Hal itu untuk melihat apakah Ratna Sarumpaet sempat mendapat perawatan medis.
"Kita melakukan pengecekan di sana (rumah sakit di Bandung) enggak tahunya yang bersangkutan sudah ada di rumah, dan katanya bertemu dengan Pak Prabowo, katanya ya," terang dia.
Dalam rilis Kapolda Jawa Barat yang dikutip dari Kompas.com, disebutkan bahwa tidak ditemukan laporan polisi atas nama Ratna Sarumpaet di Polrestabes Bandung dan 28 Polsek di Bandung.
Selain itu, polisi juga memeriksa 23 rumah sakit di Bandung dan tidak menemukan perawatan atas nama Ratna Sarumpaet.
Rumah sakit itu di antaranya;
RS Hasan Sadikin
RS Muhammadiyah
RSUDUjung Berung
RSHermina Arcamanik
RS Hermina Pasteur
RS Mitra Kasih
RSUD Cibabat
RSU Cililin
Rumah Sakit Kasih Bunda
RS UKM Taman Kopo Indah III
RS Dustira Kota Cimahi
RSUD Cikalong Wetan
RSU Cahaya Kawaluyan
Polisi juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak di bandara, maskapai penerbangan, taksi bandara dan lainnya untuk kasus ini.
Baca: Info Terbaru CPNS 2018 - Verifikasi 25,296 Berkas, Inilah Update Pendaftaran CPNS Sejak 26 September
TAUTAN kompilasi: "Prabowo Duga Ada Motif Politik di Balik Dugaan Penganiayaan Ratna Sarumpaet" dan Akun @dr_Tompi Berikan Penjelasan soal Foto Wajah Ratna Sarumpaet Babak Belur, Hingga Latar Foto,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prabowo-dan-ratna_20181003_034220.jpg)