SMA Harapan 3 Punya Kelas Fokus Kedokteran, Lulusannya Dapat Dua Ijazah

Setelah tamat, siswa akan memperoleh ijazah A-Level dan ijazah Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

SMA Harapan 3 Punya Kelas Fokus Kedokteran, Lulusannya Dapat Dua Ijazah
TRIBUN MEDAN/HO
Kepala SMA Harapan 3 Abdul Jalil, S.Pd. MS 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - SMA Harapan 3 Delitua memiliki program unggulan yang disebut dengan kelas fokus kedokteran. Program ini dibuka di SMA Harapan 3 untuk pertama kali pada tahun 2015.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala SMA Harapan 3 Abdul Jalil, S.Pd. MS, kepada Tribun Medan.

"Ini satu-satunya di Indonesia. Yang inisiasi saya. Ini saya buat tahun 2012 dimulai dengan penelitiannya. Tahun 2015 kita launching di Harapan 3. Kemarin (tahun 2018 ini) sudah tamat angkatan pertama," ujar Abdul Jalil, Rabu petang (3/10/2018).

Jalil menjelaskan, kelas fokus kedokteran di SMA Harapan 3 punya dua ijazah. Setelah tamat, siswa akan memperoleh ijazah Advanced Level (A-Level) dari Cambridge University, dan ijazah Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Dengan memiliki ijazah A-Level kata Jalil, maka setelah tamat siswa yang ingin berkuliah di luar negeri seperti Amerika dan Eropa bisa melanjutkan pendidikan ke sana. Para siswa akan dianggap setara dengan siswa dari sekolah yang ada di sana dan tidak perlu ada mengikuti matrikulasi selama setengah tahun atau satu tahun.

"Apa untungnya punya ijazah A Level? Jadi ketika anak-anak ini mau kuliah ke Amerika, Inggris atau Eropa, ya mereka dianggap setara dengan sekolah yang ada di sana. Sehingga mereka bisa langsung otomatis kalau mau kuliah di Inggris ya kuliah saja dan tanpa testing. Kalau tidak mau kuliah di luar negeri, bisa pakai ijazah nasional. Itu enaknya," terang Jalil.

Kata Jalil, selain menargetkan lulusan untuk kuliah di dalam negeri, Kelas fokus kedokteran yang merupakan sekolah Nasional namun berstandar internasional juga menargetkan lulusannya untuk kuliah di luar negeri.

"Karena memang kita sudah kerjasama dengan beberapa negara khususnya di Eropa, seperti di Jerman, Perancis dan Turki dan juga universitas di Malaysia," imbuhnya.

Lebih lanjut Jalil juga mengatakan, untuk masuk ke kelas fokus kedokteran ini, siswa akan terlebih dahulu diseleksi. Ada empat kali tes sebelum siswa dinyatakan lulus untuk masuk di kelas fokus kedokteran ini. Pertama, tes potensi akademik. Kedua, psikotes. Ketiga, kesehatan, dan keempat wawancara.

"Karena ini sekolahnya formal jadi anaknya kita seleksi terlebih dahulu. IQ minimal 120. Hasil psikotes minat dan bakatnya di medis. Tesnya ada empat kali: tes potensi akademik, psikotes, kesehatan, dan wawancara. Yang paling berat wawancara karena di situ ketahuan anak ini kepingin jadi dokter karena orangtuanya atau karena hatinya," jelasnya.

Nantinya, bagi siswa yang mampu lulus keempat tes tersebut barulah dia akan ditempatkan masuk di kelas fokus kedokteran. Sedangkan siswa yang tidak lulus, sambung Jalil, akan diarahkan untuk masuk ke kelas reguler.

"Siswa di kelas ini juga tidak banyak, patokannya hanya 20 siswa per kelasnya. Jika yang lebih dari itu misalnya 30 ya dua kelas," tandasnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved