Menuju Pra PON 2019, Mahatala HKBP Nommensen Gelar Kejuaraan Panjat Tebing
Alboin Manihuruk mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencari bibit atlet panjat tebing Kota Medan.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mahasiswa Pecinta Alam (Mahatala) Universitas HKBP Nommensen menggelar kejuaraan panjat tebing yang bertajuk Mahatala Bouldering Competition, Jumat (5/10/2018) di Universitas HKBP Nommensen, Medan.
Kejuaraan yang berlangsung hingga 6 Oktober 2018 ini diikuti 120 atlet climbing yang berasal dari berbagai daerah diantaranya, Aceh, Riau, Jambi, Asahan, Binjai, Kisaran dan Medan.
Terdapat tiga kelas yang dipertandingkan termasuk umum, mapala dan pelajar.
Ketua Mahatala Nommensen sekaligus Ketua Panitia, Alboin Manihuruk mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencari bibit atlet panjat tebing Kota Medan.
"Memang tujuan dari kegiatan kita untuk mencari atlet panjat tebing yang ada di Kota Medan. Karena kita lihat olahraga ini sedang hot di kalangan pecinta alam, kita bisa melihat bagaimana atlet panjat tebing bisa mengharumkan nama Indonesia melalui panjat tebing," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini telah bekerjasama dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FDTI) yang ada di Sumut untuk selanjutnya melakukan pembinaan kepada para atlet.
"Selanjutnya setelah kejuaraan ini, kita akan melakukan pembinaan dimana wadahnya ada FPTI yang memang mendukung penuh kegiatan ini," tegasnya.
Masih soal panjat tebing, Bion mengungkapkan kejuaraan ini untuk mengikat tali silahturahmi sesama mapala yang ada di Sumut dan sekitarnya.
"Ya memang momentum ini juga sebagai pengikat persaudaraan sesama kelompok pecinta alam dan memperkenalkan kampus Nommensen kepada khalayak luar. Juga sambutan mereka sangat luar biasa bahkan hujanpun tetap antusias," pungkasnya.
Atlet UKM PA-LH Pandayana Universitas Abulyatama Aceh, Ahmad Harisman (19) menuturkan bahwa target dirinya adalah meraih medali emas di kelas Boulder Mapala dan Umum.
"Dengan setiap persiapan saya yakin bisa meraih medali emas. Memang lawan-lawan saya cukup tangguh ya dari Medan dan Asahan tapi saya tetap optimis bisa menjadi yang terbaik," tegasnya.
Ia juga menjadikan ajang ini sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Aceh (PORA) yang akan terselenggara pada bulan depan.
"Karena di Aceh akan terselenggara PORA, jadi saya jadikan ajang ini sebagai tryout sebelum hadapi kejuaraan ini. Karena ini juga persiapan menuju Pra PON 2019 mendatang karena target saya adalah PON 2020 Papua," tutup Ahmad.
(cr10/tribunmedan.com)