Arman Depari Buka-bukaan Soal Peredaran Sabu, Kemasan Teh Emas Punya Kualitas Terbaik

Irjen Pol Arman Depari mengatakan para bandar narkoba, selalu menggunakan modus-modus baru

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari ungkap sabu dengan pembungkus warna kuning emas miliki kualitas terbaik. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan para bandar narkoba, selalu menggunakan modus-modus baru untuk mengelabuhi para petugas agar barang haram yang diselundupkan, tidak tertangkap oleh petugas.

Arman menyebut kalau tadinya sindikat Aceh menyelundupkan narkoba melalui wilayah-wilayah Pantai di Aceh, tapi penangkapan 53 Kg ini, modusnya melalui jalur laut masuk dari Sumut, tapi dikendalikan dari bandar di Aceh.

"Ini tentu maksudnya untuk mengelabuhi petugas dan sekaligus supaya sindikat tidak teridentifikasi. Namun berkat kerja keras rekan-rekan di lapangan, 53 Kg narkotika jenis sabu yang sudah berhasil diselundupkan melalui Tanjungbalai dapat diamankan di Medan," kata Arman saat paparan di TKP penangkapan sabu tersebut, Sabtu (6/10/2018).

Arman menambahkan bahwa barang bukti narkoba jenis sabu yang ditemukan, sangat berbeda dengan barang yang lain dalam bentuk kemasan yang lalu, yang pernah diungkap oleh BNN, BNNP maupun kepolisian.

"Biasanya yang paling banyak ditemukan di Sumut kemasan hijau. Sekarang kita temukan kemasan kuning emas dan bentuknya sama dengan penyitaan sabu beberapa waktu lalu dengan jumlah 1 ton dan 1,2 ton di Kepri dan Pantai Anyer Jakarta," katanya.

"Ini menjadi kewaspadaan kita semua, dari catatan kami di luar penangkapan di Jakarta dan Kepri, jalur yang paling rawan dan banyak digunakan untuk menyelundupkan narkoba adalah jalur laut Aceh dan Sumut," sambungnya.

Masih kata Arman, pengungkapan kasus sabu ini ada kaitan satu dengan yang lain.

Karena kalau sebelumnya masuk melalui Aceh dan dikendalikan, sekarang masuk melalui Pantai yang menjadi bagian Sumut yaitu Tanjungbalai, tapi dikendalikan sindikat yang berada di Aceh.

Barang bukti narkoba yang diamankan juga terkait dengan jaringan Kepri dan Jakarta. Karena Sindikat-sindikat narkoba yang beroperasi di Indonesia mempunyai kaitan satu dengan yang lain.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved