BNN Imbau Masyarakat Lebih Peduli dan Berhati-hati Terhadap Peredaran Narkoba

Pascapenangkapan 7 tersangka yang berperan sebagai kurir, dalam transaksi 53 Kg sabu barang asal Malaysia

BNN Imbau Masyarakat Lebih Peduli dan Berhati-hati Terhadap Peredaran Narkoba
Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari ungkap sabu dengan pembungkus warna kuning emas miliki kualitas terbaik. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pascapenangkapan 7 tersangka yang berperan sebagai kurir, dalam transaksi 53 Kg sabu barang asal Malaysia di Jalan Brigjen Katamso Medan, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari saat pemaparan kasus itu, mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan hati-hati serta teliti.

"Apabila melihat orang atau kegiatan-kegiatan yang tidak wajar atau mencurigakan disekitar lingkungan, kita harapkan masyarakat agar lebih berhati-hati," kata Arman, Sabtu (6/10/2018)

Arman menambahkan, bahwa ia mengimbau masyarakat Sumut untuk berperan dalam rangka mencegah, dan memberantas peredaran gelap narkotika.

"Paling tidak ada kepedulian dan kemauan, menghindar, menolak atau melawan para bandar-bandar supaya para pengguna tidak lagi bertambah dan naik jumlahnya," katanya.

Lebih lanjut, Arman menjelaskan bahwa kalau para pecandu naik jumlahnya, maka semakin hari semakin banyak.

Akan barang narkoba yang diperlukan tentu akan semakin bertambah banyak. Karena kalau bertambah banyak, maka para sindikat akan senang hati tetap mensuplai barang-barang haram ke daerah Indonesia.

"Kalau para pecandu semakin hari semakin bertambah, maka mereka akan dengan senang hati mengirimkan dan dipergunakan oleh masyarakat kita," ujar Arman.

Perlu diketahui, dalam penangkapan itu diamankan 7 tersangka diantaranya Junaedi Siagian (37), Syahrial (40), Elpi Darius (49), Nursidin (53), Jaenudin (54), Zaenal Abidin (34) dan Bahrial Husein (39), yang berperan sebagai kurir dan penyimpanan barang narkotika tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, selain barang bukti sabu, BNN juga menyita tiga unit mobil dan beberapa telepon genggam.

Jaringan ini sudah menjadi buronan BNN dan terus diselidiki. Hingga setelah dirasa cukup, akhirnya BNN melakukan penindakan.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved