Ganja Cair Dari Luar Negeri Mulai Marak Lagi di Indonesia Usai Disita Bukti dari AS

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim merilis hasil pengungkapan pengiriman narkotika dari luar negeri

Ganja Cair Dari Luar Negeri Mulai Marak Lagi di Indonesia Usai Disita Bukti dari AS
Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari ungkap sabu dengan pembungkus warna kuning emas miliki kualitas terbaik. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Baru-baru ini Polda Jawa Timur dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim merilis hasil pengungkapan pengiriman narkotika dari luar negeri.

Dari lima kasus pengiriman narkoba yang masuk, barang bukti yang di sita adalah jenis yang masih sangat jarang digunakan.

Barang bukti yang disita adalah Chatinone seberat 4,5 kg asal Ethiopia dan 7 botol THC (tetrahydrocannabinol) atau ganja cair dari Amerika Serikat.

Diluar itu ada juga MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) atau ekstasi seberat 10 gram asal Belanda, ganja seberat 130 gram asal Kanada, dan 67 butir ekstasi yang juga dari Belanda.

Peredaran narkoba jenis tersebut memang sangat jarang. BNN telah mensinyalir beberapa daerah yang sudah dimasuki barang tersebut.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan jika peredaran THC atau ganja cair cukup banyak.

Pihak BNN terus melakukan penyelidikan dari para terduga pelaku.

"THC itu sudah banyak, karena itu sintetis dari ganja yang kemudian dicampurkan kepada tembakau-tembakau, biasanya kita sebut dengan tembakau gorilla, hanoman," kata Arman, Sabtu (6/10/2018).

THC banyak masuk dari berbagai negara di kawasan Eropa Barat, Asia, Amerika dan Ethiopia. Tetapi tiap kawasan punya perbedaan jenis. Untuk di Indonesia BNN pun sempat mengungkapnya.

"Dulu sudah pernah terungkap di Surabaya. Ada produksinya," jelas Arman

Perlu diketahui, selama 4 bulan terakhir Bea dan Cukai Juanda mengungkap pengiriman 43.629 paket kiriman narkoba. Kiriman puluhan ribu paket narkoba berhasil diungkap karena diberlakukannya aturan baru. Aturan tersebut yakni, barang impor senilai minimal USD 75 terkena bea masuk.(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved