Ini Komentar Kuasa Hukum Soal Isu Meliana Terpidana Kasus Penistaan Agama Disiksa di Lapas

Beredarnya informasi di beberapa media online yang menyebutkan Meliana mengalami kekerasan dibantah oleh Penasihat hukum

Ini Komentar Kuasa Hukum Soal Isu Meliana Terpidana Kasus Penistaan Agama Disiksa di Lapas
Meliana, terdakwa penista agama saat menjalani sidang di PN Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beredarnya informasi di beberapa media online yang menyebutkan Meliana mengalami kekerasan dibantah oleh Penasihat hukum terdakwa Ranto Sibarani SH. Ranto justru mengungkapkan bahwa kliennya itu dalam kondisi yang sehat.

Sanggahan tersebut dikatakan Ranto Sibarani SH dalam wawancara via seluler kepada Tribun Medan, Minggu (7/10/2018) siang sekira pukul 14.00 WIB.

"Tidak benar bahwa ibu Meliana mendapat perlakuan buruk di dalam tahanan. Itu adalah pendapat pribadi orang yang menyampaikan kepada wartawan," ujar Ranto Sibarani SH.

Pihak Lapas Klas IA Perempuan Tanjunggusta tutur Ranto Sibarani SH hingga kini diketahui berbuat baik selama membina Meliana yang terjerat kasus penistaan agama tersebut.

Imbuh Ranto, Suami Meliana yang hampir tiap hari menjenguk, mengatakan bahwa istrinya baik baik saja.

"Ibu Meliana mengaku kepada kita (Penasihat hukum) kalau petugas LP memperlakukannya dengan baik. Hal tersebut juga dibenarkan oleh suami Meliana yang tiap hari menjenguk," katanya.

"Jadi jika dikatakan kalau mendapat perlakuan kasar dan makanan buruk itu tidak benar," ujar Ranto dalam klarifikasinya.

Kendati demikian, sambung Ranto Sibarani SH, Meliana hingga kini masih sedih terhadap kasus yang menderanya. Meliana selalu menangis jika ditanya perkara ini namun sebut Ranto, bukan berarti Meiliana mendapat tekanan.

Kasus Meliana, wanita berusia 44 tahun ini beberapa waktu lalu telah menyita perhatian nasional maupun internasional. Pro dan kontra terhadap upaya Meliana lepas dari jerat jeruji besi hingga kini masih terlihat di masyarakat.

Meliana diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Medan pada 21 Agustus 2018 lalu dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo.

Kala itu Hakim memutus Meliana terbukti melakukan ujaran kebencian terhadap sekelompok golongan rakyat Indonesia di muka umum di Tanjungbalai pada Juli 2016 lalu.

Kendati demikian terhadap putusan majelis hakim tersebut, penasihat hukum Ranto Sibarani bulat menyatakan banding dimana kini proses banding tersebut telah berjalan di Pengadilan Tinggi Medan.

Akibat peristiwa ini, diketahui sejumlah pertikaian menjalar hingga berbentuk pembakaran sejumlah vihara dan kelenteng oleh pemuda di Tanjungbalai lantaran perlakuan Meliana yang dianggap menista agama islam.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved