Geger, Kejari Tetapkan 8 ASN Tersangka Baru Kasus Korupsi Disdik Binjai

delapan tersangka baru merupakan panitia lelang pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan pengadaan barang.

Geger, Kejari Tetapkan 8 ASN Tersangka Baru Kasus Korupsi Disdik Binjai
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Kajari (kedua dari kanan), didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel diwawancarai wartawan, Senin (8/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota Binjai menetapkan delapan orang, berstatus Pegawai Negeri Sipil atau ASN sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi di Dinas Pendidikan Pemko Binjai.

Hal ini terkait korupsi alat peraga Sekolah Dasar se-Kota Binjai, disampaikan langsung Kajari Binjai Viktor Antonius Saragih Sidabutar di ruangannya, Senin petang (8/10/2018)

Kajari didampingi Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting, Kasi Intel Erwin Nasution, serta penyidik Lukas Abraham mengatakan, bahwa delapan tersangka baru merupakan panitia lelang pengadaan dan panitia pemeriksa hasil pekerjaan pengadaan barang.

"Untuk perkara korupsi Dana Alolasi Khusus Dinas Pendidikan Kota Binjai bahwa kita mulai tanggal 8 Oktober 2018 menaikan status jadi penyidikan khusus atas beberapa nama tersangka. Ada delapan tersangka baru, dengan rincian tiga panitia pengadaan lelang, dan lima panitia pemeriksa hasil pengadaan barang. Itu dibuat sprindik khusus untuk DAK 2011," jelas Kajari.

Dijelaskan Kajari bahwa penetapan tersangka ini sesuai dengan usul dari tim yang sependapat.

Untuk kerugian negara dalamn perkara ini, kata Kajari BPKP sudah datang dua kali, sudah mengadakan juga on the spot, dan koordinasi di lapangan.

"Kami sudah sudah on the spot ke pihak-pihak yang didatangi dan panitia pemeriksa barang juga. Untuk kerugian negara nominal pasti masih dalam penghitungan, tidak lama lagi akan selesai. Menunggu BPKP dalam finishing," katanya.

Dalam perkara ini pihak Kejari Binjai sudah terlebih dahulu menetapkan tiga tersangaka. Di antaranya Ismail Ginting (Kadis Perizinan), Dodi Asmara (rekanan CV Aida Cahaya Lestari) dan Bagus Bangun (Pejabat Pembuat Komitmen). Ketiganya tidak dirahan karena alasan kooperatif.

"Untuk awal dalam waktu dekat kami segera melimpahkan tiga tersangka pertama, dan selanjutnya segera kita masukkan yang delapan lagi. DAK sampai saat ini ada 11 tersangka," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved