Ini Jawaban Presiden Jokowi soal Anggaran Annual Meetings IMF-World Bank di Bali

Anggaran kegiatan tersebut dipakai untuk memperluas apron di Bandara Bali, serta membangun terowongan.

Ini Jawaban Presiden Jokowi soal Anggaran Annual Meetings IMF-World Bank di Bali
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Presiden Jokowi saat mengikuti acara Dies Natalis USU Ke-66 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Dies Natalis Ke-66 Universitas Sumatera Utara (USU), di Gedung Auditorium, Senin (8/10/2018).

Tiba sekitar pukul 08.30 WIB, Jokowi disambut teriakan ribuan mahasiswa yang ingin bersalaman dan berfoto dengannya.

Tiba di halaman gedung auditorium, Rektor USU, Prof Runtung Sitepu menyambut langsung kedatangan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi.

Setelah Prof. Runtung menyalami Presiden Jokowi, keduanya tampak berbincang sejenak sebelum akhirnya berjalan masuk ke gedung Audiotorium USU.

Ada lebih kurang selama satu jam Jokowi mengikuti sidang terbuka dalam rangka Dies Natalis Ke-66 USU.

Seusai acara, Presiden Jokowi sempat ditanyai awak media seputar tanggapan sejumlah pihak yang mengatakan terlalu besarnya anggaran penyelenggaraan pertemuan tahunan International Monetary Fund and the World Bank (IMF-WB) Annual Meetings (AM) yang digelar 8-14 Oktober di Bali.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa anggaran kegiatan tersebut dipakai untuk memperluas apron (Pelataran pesawat) di bandara Bali, serta membangun terowongan di persimpangan untuk mengatasi kemacetan. Nantinya, kata Jokowi seluruh infrastuktur tersebut akan tetap dapat terus dipergunakan.

"Anggaran itu dipakai untuk, memperluas apron di bandara Bali, dipakai untuk membuat terowongan dipersimpangan yang ada di Bali sehingga tidak macet. Artinya itu setelah ini juga akan kita gunakan terus. Terowongan nya digunakan terus, kemudian apron untuk parkir pesawat di bandara juga dipakai terus. Bukan sesuatu yang hilang," ujarnya.

Menurut Jokowi, sama halnya dengan pertemuan besar lainnya, Annual Meetings sekelas IMF-WB tersebut merupakan sebuah event besar yang jadi rebutan semua negara. Apalagi menurutnya pertemuan besar seperti itu akan turut membawa citra positif bagi negara yang jadi tuan rumahnya.

"Yang perlu saya sampaikan ya, Annual Meetings sebesar itu 15 ribu orang yang datang itu jadi rebutan semua negara, karena meeting seperti itu, pasti memiliki dampak paling tidak memberikan citra yang baik bagi negara yang dipakai untuk pertemuan itu," terangnya.

Lewat pertemuan besar sekelas Annual Meetings IMF-WB di Bali tersebut, Jokowi berharap Indonesia akan memperoleh dampak positif. Selain itu, dikatakannya event tersebut juga akan turut memperkuat promosi Indonesia untuk Bali maupun tempat-tempat wisata lainnya di Indonesia sebagai destinasi yang layak dikunjungi.

"Sampai saat ini yang disampaikan kepada saya, Annual Meetings IMF-WB sudah pada posisi yang siap. Kita harapkan ini justru akan memperkuat promosi kita untuk Bali, promosi kita untuk tempat-tempat wisata di Indonesia," tandasnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved