Kejari Binjai Tetapkan Pimpinan Bank Rakyat Indonesia jadi Tersangka Kredit Fiktif Rp 1,5 Miliar

Perkaranya kredit fiktif. Jaminan tidak sesuai faktanya, sudah kita tetap juga tersangka tiga orang. Kapasitasnya pejabat bank ada dua orang

Kejari Binjai Tetapkan Pimpinan Bank Rakyat Indonesia jadi Tersangka Kredit Fiktif Rp 1,5 Miliar
Tribun Medan / Dedy Kurniawan
Kajari Binjai didampingi Kasi Pidsus, Kasi Intel dan penyidik paparkan penetapan tersangka kredit fiktif BRI. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - ‎Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai telah menetapkan status perkara dugaan kredit fiktif Bank Rakyat Indonesia (BRI) dari penyelidikan ke penyidikan. Dua pejabat BRI dan seorang nasabah atau pemohon kredit resmi ditetapkan sebagai tersangka, Selasa (9/10/2018)

Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar menuturkan, kredit fiktif yang menjadi perkara bermula dari nasabah seorang pengusaha berinisial DS yang meminjam uang ke BRI Cabang Pembantu Katamso Medan sebesar Rp 500 juta‎ pada 2009. Teranyar diketahui pinjaman dilakukan sebanyak tiga kali dengan nilai yang sama, Rp 500 juta tiga kali, sehingga ada temuan 1,5 miliar.

Didampingi Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting dan Kasi Intel Erwin Nasution, dijelaskan Kajari, DS dalam pengajuan permohonannya memakai atas nama UD Grace Panglima Denai, CV Finance SS, CV Deandls dengan jaminan Bangunan SHM No 703, SHM No 699, SHM No 698.

"Perkaranya kredit fiktif. Jaminan tidak sesuai faktanya, sudah kita tetap juga tersangka tiga orang. Kapasitasnya pejabat bank ada dua orang, dan pihak swasta seorang. Kita tetapkan tersangka, dalam dua perkara yang beda," kata Kajari

"Tersangka dari pihak Bank yakni AS Pimcab BRI Pembantu Katamso Medan dan OS pejabat pelaksana yang malakukan tugas penilaian kegiatan di lapangan untuk proses permohonan kredit. Sedangkan pihak swasta adalah pemohon DS," bebernya.

Hotman Paris Buat Shinta Bachir Ungkap Kisah Cintanya Saat Jadi Istri Siri Jenderal Bintang Dua

Mahfud MD Menolak Hadir di ILC Di Balik Drama Hoax Ratna Sarumpaet Demi Acara Asosiasi Pendeta

Brigpol Dolfis Wambonggo Dirujuk ke Singapura dan Mendapat Kenaikan Pangkat, Lihat Videonya. .

Siswi SMA 17 Tahun di Lampung Dicabuli Ayah Kandung, Paman dan Tetangga, Begini Kondisinya

Viral Foto Tsunami Berawal Mimpi Jadi Kenyataan, Diunggah di Facebook 2014 tentang Kota Palu

Sejauh ini terhadap para tersangka belum dilakukan penahanan. Pihak Kejari akan melengkapi nota pendapat terlebih dahulu untuk proses lanjut penahanan."Penahanan masih akan proses lanjut. Nota pendapat terlebih dahulu berdasarkan objektif dan subjektif," kata Kajari.

Dua pejabat ditetapkan tersangka karena BRI Cabang pembantu SM Raja memberi pinjaman, tidak mengecek langsung jaminan apakah sesuai dengan berkas yang dijaminkan. Dalam kasus ini KPKNL Kajari telah memanggilnya.

Muhammad Alawi Optimis Sabet Juara Pertama Cabang Tahfiz dan Tilawah 1 Juz

PSMS Dapat Suntikan Dana Dari Pengusaha Govindasamy Sebesar Rp 1 Miliar

Wali Kota Pematangsiantar Copot Jabatan Fatimah Siregar, Mantan Narapidana Korupsi Ambulans

Hasil koordinasi dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) telah memeriksa dan memintai keterangan mengenai usaha mengenai properti DS. Temuannya izin tidak ada. Dan temuan BPN Kota Binjai bahwa jaminan DS memang tidak sama dengan perjanjian kredit dia.

Diketahui jaminan DS kepada BRI Cabang Pembantu Katamso Medan berupa ruko tiga pintu, berlantai dua di Jalan Soekarno-Hatta, Km 18, Binjai Timur. Diduga tanpa dilakukan pengecekan lebih dulu oleh BRI Cabang Pembantu Katamso, perbankan plat merah itu mencairkan dana pinjaman kepada DS.‎

Asyik, Pengunjung Bisa Foto Gratis Menggunakan Pakaian Adat di Stand Kalimantan Utara 

Gubernur Sumut Cari Solusi Permasalahan 5.873 Hektar Lahan Eks HGU PTPN II

Pascamenerima dana pinjaman, DS macet dan terus menunggak dalam membayar kredit. Akibatnya, BRI berupaya melakukan penyitaan atas ketiga ruko tiga pintu yang menjadi jaminan.

Usai disita, BRI melakukan pelelangan per rukonya sebesar Rp 275 juta pada Juli 2013. Menurut Kajari, pemenang lelang itu adalah Sugianto. Oleh Sugianto, ruko yang dibelinya melalui pelelangan BRI itu dijual kepada Moina yang kemudian atas nama Sertifikat Hak Milik (SHM) dibaliknamakannya.

Polrestabes Medan Tangkap 3 Sekawan Pengedar Narkoba, Mengaku Beli Sabu dari WBP Tanjunggusta

Nasrullah Dihadiahi Timah Panas saat Berusaha Kabur saat Ditangkap, Kerap Jambret Pesepeda Motor

Hasil temuan terjadi sengketa. Rupanya pemilik ruko yang dibeli Sugianto itu milik Herlina Purba yang berdomisili di Jakarta. Herlina Purba pun kaget asetnya disita oleh BRI yang kemudian berubah SHMnya.

Ahmad Senang Bisa Dapat Tambahan Jajan, Dorong Sepeda Motor Mogok di Kampus Unimed

Sekolah Kebanjiran Hingga 20 Centimeter, SMPN 35 Medan Pilih Liburkan Pelajar

Sejumlah saksi yang pernah diperiksa dalam proses penyelidikan perkara, di antaranya Herlina Purba, pihak yang merasa dirugikan dan komplain karena asetnya disita oleh BRI, pejabat di BRI Cabang Pembantu Katamso Medan.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved