Lakukan Pungli Jelang Pensiun, Pengawas Sekolah Terancam Hukuman 14 tahun Penjara

Pada 18 September terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres karena melakukan pengutan liar (Pungli) terhadap guru

Lakukan Pungli Jelang Pensiun, Pengawas Sekolah Terancam Hukuman 14 tahun Penjara
Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar
Tersangka Hartitah (pakai kerudung) ketika dihadirkan dalam paparan yang digelar Polres Serdangbedagai Rabu,(10/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH- Polres Serdang Bedagai akhirnya menetapkan Hartitah (57), oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Pemkab Serdangbedagai sebagai tersangka. Hartitah merupakan Pengawas Sekolah untuk Kecamatan Perbaungan.

Pada 18 September lalu ia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres karena melakukan pengutan liar (Pungli) terhadap para guru-guru dengan dalih untuk kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia. Diketahui kalau Hartitah akan memasuki masa pensiun di tahun 2019 mendatang.

Kasat Reskrim Polres Serdangbedagai, AKP Antonius Alexander Putra menjelaskan penetapan Hartitah sebagai tersangka atas hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Sumut. Disebut kalau yang bersangkutan melanggar pasal 12 e Undang Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara.

"Tersangka juga sekarang ini ada mengajukan permohonan untuk penangguhan penahanan. Ya kita lihat dulu lah nanti bagaimana. Memang tersangka ini sendiri sudah tua," ujar Antonius Rabu, (10/10/2018).

Kasus ini, lanjut Antonius terus mereka kembangkan. Karena itu tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka lain dalam kasus ini.

Truk Laga Kambing di Desa Sumbul Baru Sibolangit, Dua Orang Dikabarkan Meninggal

Viral Petugas Imigrasi Malaysia Robek Paspor Lalu Minta Uang Kopi, Pemerintah Gelar Investigasi

Terkuak di ILC TVOne, Surat soal Kebohongan Ratna Sarumpaet dan Respons Kubu Prabowo

"Dia inikan cuma bawahan sebenarnya. Yang jelaskan ada yang memerintahkan makanya kita akan kembangkan kasusnya ini,"kata Antonius.

Penghina Batak Disidangkan, Hakim: Apa Edy Rahmayadi Menemuimu di Penjara, Gak Ada Kan?

Dua Sahabat Asal Maluku Utara jadi Peserta Termuda di MTQN XXVII

Saat pertama kali terjaring OTT polisi menemukan barang bukti Rp 3 juta dari tangan Hartitah. Selain itu juga ditemukan uang Rp 18,6 juta dari dalam tas yang ia bawa. Ia terjaring OTT di kantor Koordinator wilayah Kecamatan Perbaungan.

Catatkan Sejarah, Atlet Sumut Raih Tiga Emas di Asian Para Games 2018

Pengedar Sabusabu Teriak Rampok saat Ditangkap Polisi di Depan Rumah Makan

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved