Sarang Buaya yang Dicari-cari Ditemukan di di Bawah Jembatan Dekat Mal Mangga Dua Square
Tiga ekor buaya yang muncul di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, terdiri dari dua jenis yang berbeda.
TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta menemukan sarang buaya di tepi Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara.
Petugas BKSDA DKI Jakarta Nasum mengatakan, sarang tersebut terletak tepat di kolong jembatan yang menghubungkan Jalan Gunung Sahari dan Mal Mangga Dua Square.
"Barusan dari tim BKSDA posisinya ada di bawah jembatan ini itu ada sarangnya untuk dia berteduh dan berjemur di situ," kata Nasum di lokasi, Rabu (10/10/2018).
Nasum menyatakan, petugas menemukan bekas jejak kaki buaya di kolong jembatan tersebut.
Meskipun sarangnya sudah diketahui, buaya yang diperkirakan berjumlah tiga ekor tersebut belum berhasil ditangkap oleh petugas.
"Saat ini kita coba untuk arahkan pakai jaring dulu tapi nanti kita coba untuk ambil tindakan untuk memancing keluar buaya tersebut," ujar Nasum.
Pantauan Kompas.com di lokasi, petugas masih mengamati permukaan air menunggu kemunculan buaya-buaya tersebut.
Diberitakan sebelumnya, petugas UPK Badan Air Kecamatan Pademangan menemukan buaya di Kali Anak Ciliwung ketika mereka menyisir kali itu untuk mencari sampah.
Upaya pencarian buaya pun sudah dilakukan sejak Selasa (9/10/2018) pagi kemarin melibatkan petugas BKSDA dan Polisi Hutan.
Tiga ekor buaya yang muncul di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, terdiri dari dua jenis yang berbeda.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta Ismed mengatakan, jenis buaya tersebut adalah buaya muara dan buaya senyulong.
"Jenisnya tadi dari pengamatan gambar ada tiga ekor. Yang satu buaya muara yang satu buaya senyulong, yang senyulong itu langka," kata Ismed kepada Kompas.com, Selasa (9/10/2018).
Menurut Ismed, buaya senyulong mempunyai mulut atau moncog yang lebih panjang daripada buaya muara.
Ia menambahkan, habitat asli buaya senyulong tidak berada di Jakarta melainkan di Kalimantan.
"Habitatnya nggak di sini, mungkin ini peliharaan yang sengaja dilepas atau lepas sendiri," ujar Ismed.
Meskipun berbeda jenis, Ismed mengatakan kedua jenis buaya tersebut sama-sama berbahaya.
"Yang namanya buaya dia pasti menyerang," katanya.
Petugas UPK Badan Air menemukan buaya di Kali Anak Ciliwung Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara. Saat ini, petugas tengah berupaya mengamankan buaya tersebut. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sarang_buaya_20181010_122606.jpg)