Breaking News:

Bocah Tujuh Tahun Dirikan Bank dan Sudah Punya 2.000 Nasabah

Hingga saat ini, bank miliknya itu sudah melayani lebih dari 2.000 nasabah dan menawarkan berbagai layanan keuangan

Penulis: Sally Siahaan |
Facebook
Jose Adolfo Quisocala, pengusaha cilik pemilik bank khusus anak-anak di Peru. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kebanyakan orang bermimpi menjadi pengusaha ketika mereka tumbuh dewasa. Sangat sedikit yang memulainya sejak usia dini.

Tapi tidak bagi, Jose Adolfo Quisocala Condori. Anak berkebangsaan Peru ini sudah memulai bisnis bank tabungan anak-anak ketika dia baru berusia 7 tahun.

Hingga saat ini, bank miliknya itu sudah melayani lebih dari 2.000 nasabah dan menawarkan berbagai layanan keuangan.

Jose mendapatkan ide untuk bank tabungan anak-anak enam tahun yang lalu. Ide ini diawali ketika dirinya melihat banyak teman-teman kelasnya yang menghabiskan uang untuk permen dan mainan, daripada menyimpannya.

Meskipun usianya masih sangat muda, dia mengerti pentingnya menyimpan uang dan mengakses sistem keuangan seperti yang dilakukan orang dewasa. Jadi dia memutuskan untuk membuatnya untuk anak-anak juga. 

Dia kemudian mulai memikirkan cara agar anak-anak dapat menghasilkan uang tanpa bantuan orang tua mereka, dan daur ulang sampah menjadi jawaban yang tepat.

Dengan keyakinan penuh, ia mulai mengambil tindakan. Tapi ketika dia mengajukan ide tersebut kepada gurunya, dia diberi tahu bahwa seorang anak berusia 7 tahun tidak dapat menangani proyek semacam itu. Dan dia membuktikan bahwa semua dugaan itu salah.

“Pada awalnya, guru saya mengira saya gila. Dan mengatakan bahwa tidak ada seorang anak yang dapat melakukan proyek semacam itu,” ucap Jose.

“Mereka tidak mengerti bahwa kami bukan masa depan negara. Tetapi masa kini.”

“Untungnya, saya mendapat dukungan dari kepala sekolah dan asisten di kelas saya. Saya harus menahan olokan dan gertakan teman-teman sekelas saya untuk pekerjaan yang saya lakukan. ”

Jose Adolfo Quisocala Condori mendirikan Bartselana Student Bank di kota kelahirannya Arequipa, pada tahun 2012.

Ide di balik lembaga keuangan ini cukup sederhana. Anak-anak dapat menjadi klien bank dengan menyerahkan setidaknya 5 kilogram sampah yang dapat didaur ulang (kertas atau plastik).

Mereka juga diminta untuk menyetor setidaknya satu kilogram sampah lainnya setiap bulan, untuk mempertahankan status keanggotaan mereka.

Mereka kemudian akan menetapkan tujuan tabungan, dan hanya dapat menarik uang dari rekening mereka ketika mereka mencapai tujuan tabungan mereka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved