OJK: Pastikan 2 L Sebelum Berinvestasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan OJK Goes to Campuss di Kampus Unika Santo Thomas Medan, Rabu (10/10).

TRIBUN MEDAN
PERLINDUNGAN KONSUMEN - Financial Planner, Salim Soetono memberikan materi dalam kegiatan OJK Goes to Campuss di Kampus Unika Santo Thomas Medan, Rabu (10/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengawasan dan perlindungan konsumen serta pemahaman pasar modal dan perencanaan keuangan bagi mahasiswa. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan OJK Goes to Campuss di Kampus Unika Santo Thomas Medan, Rabu (10/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pengawasan dan perlindungan konsumen serta pemahaman pasar modal dan perencanaan keuangan bagi mahasiswa di kampus tersebut.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK,  Sondang Marta Samosir dalam sambutannya mengatakan, program OJK Goes to Campuss merupakan kegiatan rutin OJK yang menyasar anak-anak muda khususnya mahasiswa agar dapat memahami tugas dan wewenang lembaga OJK di Indonesia sebagai lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan.

“Lewat kegiatan ini, kami berharap adik-adik mahasiswa dan masyarakat tidak hanya paham tugas OJK tapi juga dapat lebih hati-hati saat berinvestasi atau bersinggungan dengan lembaga keuangan,” kata Sondang.

Sondang mengatakan, penting untuk dipahami, sebelum berinvestasi, masyarakat harus memastikan bahwa investasi yang dipilihnya sudah 2 L yakni legal dan logis. Hal ini penting untuk mencegah menjadi korban investasi ilegal.

Menurut Sondang, setiap kegiatan usaha yang menawarkan investasi harus ada izinnya dan logis. Masyarakat perlu memastikan legalitas perusahaan termasuk izin usaha yang ditawarkan.  Saat ini, berdasarkan kasus yang dilaporkan masyarakat, banyak perusahaan tertentu yang memiliki izin prinsip atau pendirian, namun belum tentu memiliki izin usaha yang ditawarkan misalnya izin untuk investasi.

Sedangkan menyangkut logis, kata Sondang adalah masyarakat harus mempertimbangkan dengan logika khususnya menyangkut keuntungan atau hasil yang ditawarkan perusahaan investasi. “Biasanya perusahaan mengiming‑iming masyarakat dengan bunga tinggi, misalnya 10 persen per hari. Kan sudah tidak masuk akal lagi,” katanya.

Baca: OJK Rilis Enam Investasi Bodong, termasuk Travel Umrah, Ini Daftarnya

Iming‑iming tinggi itu, kata Sondang, akhirnya menjebak masyarakat ikut tertarik berinvestasi. Dan korbannya tidak hanya masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah tetapi juga menengah ke atas dan berpendidikan tinggi. “Untuk mempercepat proses penindakan investasi ilegal di masyarakat, OJK telah membentuk Tim Kerja Satuan Tugas Waspada Investasi (SWID) di 40 daerah. Jika menemukan kasus investasi ilegal atau ingin menanyakan segala sesuatu tentang OJK dan investasi, masyarakat dapat menghubungi ke nomor 157,” terang Sondang.

Pembicara lainnya, Financial Planner, Salim Soetono mengatakan, sebagai generasi millenial, mahasiswa juga harus melakukan perencanaan keuangan dengan baik. Perencanaan keuangan, katanya tidak selalu harus dilakukan oleh orang dewasa, atau orang-orang yang secara umum telah mapan dalam hal keuangan.

“Prinsipnya sama saja, pakai resep keuangan 10 persen, 20 persen, 30 persen, dan 40 persen,” kata Salim.

Angka 10 persen ini, terang Salim ditujukan untuk zakat, infaq, sedekah, sumbangan kondangan dan jenguk orang sakit. Angka 20 persen ditujukan untuk tabungan, investasi dan proteksi. Selanjutnya angka 30 persen ditujukan untuk cicilan utang. Sedangkan angka 40 persen ditujukan untuk biaya sehari-hari. “Sejak dini, mahasiswa juga harus bisa merencanakan keuangannya dengan baik. Dengan perencanaan keuangan yang baik, maka mahasiswa dapat menyisihkan kiriman dari orangtua untuk berinvestasi,” katanya.

Baca: Ditemani Guyuran Hujan, Aksi Seribu Lilin Unika Berlangsung Khidmat

Selain Sondang dan Salim, materi lainnya disampaikan Bursa Efek Indonesia Perwakilan Medan dengan materi: Investasi di Pasar Modal Indonesia.

Ketua Panitia sekaligus Kepala Departemen Manajemen FE Unika Santo Thomas Medan, Kornel Munthe mengatakan, lewat kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat mengambil peran untuk mensosialisasikan informasi yang baik tentang investasi dan hal-hal lainnya terkait OJK. “Harapan lainnya tentu saja kedepannya, mahasiswa lebih siap untuk berinvestasi,” kata Kornel.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved