Breaking News:

100 Kain Tenun Nusantara Dipertontontakn dalam Pameran Ulos dan Tenun Nusantara

100 kain tenun nusantara dipertontonkan pada Pameran Ulos dan Tenun Nusantara di Tarutung, Rabu (16/10/2018)

Tribun Medan
Pameran Ulos dan Tenun Nusantara di Tarutung, Rabu (16/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - 100 kain tenun nusantara dipertontonkan pada Pameran Ulos dan Tenun Nusantara di Tarutung, Rabu (16/10/2018).

Festival Tenun Nusantara tahun 2018 diselenggarakan di tiga lokasi berbeda, yakni Tarutung, Muara dan Pulau Sibandang sejak 13 hingga 17 Oktober mendatang.

Simon Siregar Panitia acara mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk mendorong dan sekaligus memperkuat upaya Pemajuan Kebudayaan sesuai UU nomor 5 Tahun 2017 melalui gotong royong penguatan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan kegiatan budaya sesuai azas, tujuan, dan objek pemajuan kebudayaan yang ditetapkan dalam UU nomor 5 Tahun 2017.

Apalagi untuk tahun 2018, Indonesian berfokus pada konsolidasi untuk peningkatan standar tata kelola kegiatan budaya dan manajemen penyelenggaraan kegiatan budaya melalui dukungan atas penyelenggaraan festival-festival di daerah.

"Ini termasuk untuk penguatan terhadap festival yang sudah ada sebelumnya, maupun mendukung penyelenggaraan festival yang baru yang relevan dengan potensi dan karakter budaya di kawasan masing-masing,"terangnya.

Katanya, rangkaian acara pada Festival Tenun Nusantara adalah Pameran Tenun Nusantara, Permainan Tradisional Anak, Simposium Nasional Tenun Nusantara, Boot Camp Partonun, Pesta Budaya Rakyat "Ulaon Matumona", Pertunjukan tari, musik, Teater Tradisi, Opera Batak dan Fashion Show.

Mulai tanggal 13 Oktober yang lalu, Pameran Tenun Nusantara sudah dibuka di Sopo Partukkoan, Tarutung.

Ruang pameran yang didominasi oleh bambu ini memamerkan lebih dari 100 kain tenun dari Nusantara dimana 65 diantaranya adalah Ulos, Hiou, Uis dan Abit. Kain yang dipamerkan adalah koleksi dari Vilidius Siburian, Bimanto Suwastoyo dan Perkumpulan Wastra Indonesia.

Acara lainnya yang merupakan bagian dari Festival Tenun Nusantara adalah Simposium Nasional Tenun Nusantara yang dilaksanakan tanggal 15 Oktober 2018 bertempat di Sopo Partukkoan, Tarutung. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dimana mayoritas peserta nya adalah petenun di Tarutung, Siatas Barita dan Sipoholon.

Simposium ini diisi oleh narasumber dengan latar belakang antropolog, akademis dan praktisi yang akan mengenalkan sejarah peradaban tenun kepada petenun dengan tujuan agar petenun semakin bangga atas hasil karya yang ditenun nya.

Sebelum simposium dimulai, terlebih dahulu tampil opera batak yang dibawakan oleh 30 orang pelajar. Ketigapuluh pelajar ini mengikuti program Belajar Bersama Maestro, sebuah program dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, selama 12 hari peserta belajar mengenai opera batak bersama Tompson Hutasoit. Selain Opera Batak, juga tampil penari dari Sanggar Dolok Sipiak yang membawakan Tortor Somba.

Acara ini dibuka dengan resmi oleh Direktorat Jendral Kebudayaan, Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Chrisriyati Ariani. Dalam pidato nya, Chrisriyati mengatakan “ketika seorang petenun mengerjakan proses bertenun untuk mengerjakan sehelai kain, pasti ada nilai tertentu yang ingin disampaikan.

"Apakah itu melalui motif, warna atau fungsi dari Ulos itu akan digunakan pada upacara adat,sebutnya pada pembukaan festival.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved