Pengurus PBSI Sumut Dibekukan, Datuk Minta tak Ada Kegiatan Mengatasnamakan PBSI Sumut
Datuk Selamat Ferry mengatakan sesuai arahan PP PBSI tidak boleh ada yang mengatasnamakan PBSI Sumut dalam setiap kegiatan.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sumut resmi dinyatakan PP PBSI telah dibekukan sejak tak dilaksanakannya Musporvlub Ulang dalam tenggang waktu 9 Agustus hingga 9 Oktober 2018 sesuai keputusan BAORI.
Menanggapi putusan tersebut, Datuk Selamat Ferry yang juga pemohon dalam sidang BAORI mengatakan dengan arahan PP PBSI tidak boleh ada yang mengatasnamakan PBSI Sumut dalam setiap kegiatan.
“Jangan seperti tidak ada malu. Mereka merasa SK belum dicabut padahal tidak perlu menunggu dicabut itu secara otomatis batal demi hukum karena keputusan BAORI. Juga pernyataan PP itu sudah membuktikan bahwa Pengurusan PBSI Sumut sekarang sudah dibekukan," katanya, Rabu (17/10/2018) di Jl. AH Nasution, Medan.
Ditambah lagi, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengprov PBSI Sumut pada Musprovlub Februari 2018 lalu ini juga meminta jangan ada pihak yang juga mengklaim Sekretariat PBSI Sumut.
"Ini tentang ketaatan kita. Sebelumnya kantor mau diambil kita serahkan dengan sadar karena punya SK, tapi sekarang kan sama-sama gak punya SK. Siapapun berhak datang ke kantor itu, jangan merasa kantor itu punya dia,” tegasnya.
Masih tentang pembekuan, Datuk mendesak PP PBSI segera mengadakan Musprovlub Ulang karena kekosongan jabatan saat ini dapat mengganggu pembinaan atlet bulu tangkis Sumut.
Ia juga mengaku telah menyurati KONI Pusat dan PP PBSI.
“Kan sudah jelas PP PBSI dikasi waktu 60 hari jatuh tempo tanggal 9 Oktober. Tanggal 10 Oktober sudah kita ingatkan KONI pusat lewat surat dengan tembusan ke BAORI dan PP PBSI,” bebernya.
Selanjutnya, setelah putusan dari pembekuan PP PBSI, ia menambahkan akan segera berkumpul dengan Pengcab/pengkot PBSI se-Sumatera Utara dan berencana menemui KONI Sumut.
“Kami akan membicarakan ini bersama karena KONI Sumut sebagai pihak yang menengahi. Bisa saja kemudian kami memunculkan Mosi tidak percaya kepada PBSI pusat. Kita selama ini ngalah bukan berarti takut. Kalau hukum sudah tidak dipatuhi siapa lagi yang harus kita ikuti. Jadi kesimpulannya Musprovlub harus segera digelar jangan sampai program atlet terganggu,” tutup Datuk.
(cr10/tribunmedan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemohon-dalam-sidang-baori-datuk-selamat-ferry_20181017_193610.jpg)