UMP Sumut Naik 8,03 Persen, Ini Komentar Kadis Tenaga Kerja Provinsi Sumut

Pemerintah saat ini tengah gencar menaikan upah minimum provinsi (UMP) bagi para buruh sebesar 8,03 persen

Tribun Medan/ Jefri Susetio
Ribuan buruh melakukan aksi demonstrasi sekaligus menyanyikan berbagai lagu perjuangan, di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (24/11/2015). 

Tidak ada keterlambatan dalam menyampaikan bahwa UMP, Maruli mengatakan, selalu mengumumkan kenaikan upah pada tiap November setiap tahunnya tapi secara nasional. Maruli juga mengatakan, prihal masalah UMK lebih tinggi dari UMP itu tidak bisa dikomentari, karena sudah ada dewan pengupahannya di tiap Kabupaten/Kota.

"Gak ada yang terlambat, setiap 1 November kita umumkan secara nasional, itu memang jadwal pengumuman UMP nasional, jadi kalau UMK itu gak bisa kita campuran, dan setelah itu diajukan ke kita, barulah kita rapatkan dewan pengupahan," katanya

Mengapa UMK bisa lebih tinggi dari pada UMP dikarenakan, ada penilaian khusus yang diberlakukan di tiap-tiap kabupaten/kota, seperti melakukan kajian atau survei terhadap berapa harga kebutuhan di pasar. Dan survei tersebut diberi nama Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebelum pembentukan UMK.

"Baru posting 78, Kebutuhan hidup layak (KHL) sebelum penetapan UMK dulunya ada survei KHL namanya, ada 60 item yang diuji di pasar berapa harganya, itu gak berdampak ke UMP," ucapnya

Berapa jumlah pekerja yang terdaftar di Provinsi Sumut, Maruli belum bisa memberikan penjelasan, lantaran dirinya tidak memegang data dari keseluruhanmya.

"Belum bisa memberikan berapa jumlah data para pekerja yang berada di Sumut, karena dirinya tidak memiliki data dan belum bisa berikan, lantaran tidak mengingat secara pasti," katanya.

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved