Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Minta Dibuat SOP Penanganan Bencana dan Sispam Kota

Gubernur Sumatera Utara meminta segera dibuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana alam

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Minta Dibuat SOP Penanganan Bencana dan Sispam Kota
TRIBUN MEDAN/ NANDA F BATUBARA
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau pengungsi banjir bandang Desa Muara Saladi di Balai Naposo Nauli Bulung, Kelurahan Hutagodang, Ulu Pungkut, Mandailing Natal, Senin (15/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara meminta segera dibuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana alam dan sistem pengamanan (Sispam) Kota.

Sehingga penanganan bencana alam dan gangguan keamanan kota dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinir dengan baik.

Hal itu disampaikan Gubernur Edy dalam rapat koordinasi (Rakor) dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut dan pimpinan  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Kamis (18/10/2018) di ruang rapat, lantai 10, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Hadir dalam Rakor tersebut Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, Wakapolda Sumut Mardiaz Kusin, Danlantamal I Belawan Ali Triswanto, Kasdam I/BB Hasanuddin, mewakili Danlanud Soewondo, Kajatisu, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis dan sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sumut.

“Saya mau ada SOP penanganan bencana dan juga Sispam Kota, sehingga jelas, siapa dan berbuat apa. TNI berbuat apa, Polri berbuat apa, BPBD dan Pemda berbuat apa, ketika ada bencana, harus jelas. Dengan begitu, penanganan bencana di daerah ini dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinir dengan baik,” ujar Gubernur Edy.

Selama ini, kata Edy, penanganan bencana memang sudah melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk TNI, Polri dan lainnya.

Namun, pembagian tugas dan tanggungjawabnya belum jelas. Sehingga penanganan bencana belum terkoordinasi dengan baik, padahal anggarannya tersedia.

“Kedepan, kita berharap hal tersebut tidak akan terjadi lagi,” ujarnya.

Untuk pembuatan SOP Penanganan Bencana, Edy meminta bantuan Kodam I/BB agar menyiapkan konsepnya, untuk selanjutnya dibahas bersama pihak terkait.

Setelah itu, disosialisasikan dan dibuat pelatihannya.

“Selain membuat SOP, Kodam I/BB juga saya minta untuk mensosialisasikan juga ke jajaran bawah. Serta pelatihan atau simulasi, mulai dari gladi posko hingga gladi lapangan,” ujarnya.

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved