Operasi Bayi Wahyuni Sukses, Dapat Donor dari Kulitnya Sendiri Dicangkokkan di Kepala

Masih ingat dengan Wahyuni Aritonang, bayi penderita pembengkakan pembuluh darah ini, kondisinya semakin terus membaik.

Operasi Bayi Wahyuni Sukses, Dapat Donor dari Kulitnya Sendiri Dicangkokkan di Kepala
Kondisi Wahyuni pascamenjalani operasi tahap pertama beberapa hari yang lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masih ingat dengan Wahyuni Aritonang, bayi penderita pembengkakan pembuluh darah ini, kondisinya semakin terus membaik.

Sejak dirujuk ke RSUP H Adam Malik Jalan Bunga Lau No 17, Medan Tuntungan, Kota Medan pada (13/9/2018) lalu, kondisinya kini semakin hari semakin membaik.

Warga Dusun III Desa Mombang Boru, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), yang didampingi orangtuanya, Frenki Aritonang (34) dan Dewi Sartika Hutauruk (28), Wahyuni menjalani perawatan intensif di RSUP Haji Adam Malik.

Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, S.Sos, M.IKom mengatakan Wahyuni Aritonang sudah menjalani operasi pertama, pada Senin (15/10/2018) lalu.

"Jadi Wahyuni sudah dioperasi tahap pertama dan berjalan dengan lancar. Tim medis RSUP Haji Adam Malik yang dipimpin dr Arya dan dr Risky. Proses operasi berjalan selama 4 jam berhasil mencangkok kulit paha kiri Wahyuni, ke kepala bagian belakang," kata Rosa, Sabtu (20/10/2018).

Wahyuni bayi berusia 2 bulan yang menderita pembengkakan pembuluh darah, mulai dapatkan perawatan Intensif di RSUP Haji Adam Malik Medan.
Wahyuni bayi berusia 2 bulan yang menderita pembengkakan pembuluh darah, mulai dapatkan perawatan Intensif di RSUP Haji Adam Malik Medan. (Tribun Medan / M Andimaz Kahfi)

"Donornya mengambil bagian kulit yang bisa ditempelkan di kepala. Hanya saja tahapan untuk sakitnya ini, ada beberapa tahapan operasi yang harus dilakukan untuk memastikan kulit yang dicangkok tumbuh dengan benar," sambungnya.

Lebih lanjut, Rosa menjelaskan bahwa Wahyuni direncanakan akan menjalani operasi lanjutan pada Senin (22/10/2018) mendatang.

Kemudian pada (19/10/2018) kita meminta persetujuan orangtuanya kembali. Namun orangtuanya menolak karena dia mau pulang, beralasan anaknya sedang sakit dikampung.

"Anaknya sakit, dia minta pulang dulu. Kita coba meyakinkan agar ditahan terlebih dahulu. Karena kalau masuk kembali treatment akan berulang terjadi," katanya.

"Tapi kita akan terus berupaya mengedukasi ibunya. Cuma kita tidak bisa memaksa kehendak. Tapi kita lihat saja besok siapa tahu dia berubah pikiran," tutup Rosa.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved