Breaking News:

Lagu Orang Ketiga, Degradasi Moral Pada Keluarga Batak

Lirik lagu itu bermakna (menceritakan) dalam sebuah keluarga Batak, seorang istri punya selingkuhan seorang lagi laki yang sudah beristri.

thewedding.id
Ilustrasi pernikahan 

Perkawinan di Batak, baik secara adat maupun agama (Kristen) hanya satu kali, dan tak menenal kata perceraian kecuali karena kematian. Bahkan pada agama Batak (Parmalim) sekalipun tak mengenal istilah Poligami.

Jadi kongkritnya Poligami, apalagi berselingkuh dengan istri orang, sangat tak dikenal dalam keluarga adat istiadat batak maupun agama (Kristen).

Maka, adanya pembelaan diri dalam lagu batak “Orang Ketiga” untuk menghalalkan, membenarkan poligami, berselingkuh dengan istri orang, dengan bertamengkan suara hati, perasaan, demi cinta, adalah pembenaran yang salah.

Dengan kata lain, pembelaan diri itu hanya sebuah upaya pembenaran untuk melakukan selingkuh atau berpoligami.

Dalam adat batak dan agama (Kristen), perkawinan adalah hal yang sangat sakral. Setiap orang Batak hanya sekali dalam hidupnya melakukan upacara perkawinan.

Perceraian tak dikenal dalam budaya Batak, kecuali karena kematian. Jadi menghalalkan atau membenarkan Poligami atau berselingkuh dengan orang ketiga (istri orang), adalah tindakan merusak kesakralan keutuhan rumah tangga.

Dengan kata lain, orang ketiga, poligami, berselingkuh dengan istri orang, tidak dikenal dalam adat batak dan agama (Kristen).

Bagaimana dengan Lagu “Orang Ketiga” …………………..

Inilah lirik lagu Orang Ketiga :

Dang adong rencanaku Cinta tu ho
Jala dang adong niat hu Makkaholongi ho
Alai rohakkon Dang boi margabus

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved