Edisi Cetak Tribun Medan

Polisi Sebut Tanjungbalai Embrio Terorisme, Kapolres Mengaku Susah Tidur

Terkait terorisme, Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial menghimbau warga lebih peka dan aktif melihat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

Polisi Sebut Tanjungbalai Embrio Terorisme, Kapolres Mengaku Susah Tidur
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, saat paparkan kasus teroris di Tanjungbalai jaringan Syaiful, Kamis (18/10/2018). 

MEDAN, TRIBUN-Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai mengaku, susah tidur atas terungkapnya kembali jaringan teroris di wilayah hukumnya.

Tim Densus 88 Antiteror Polri mengungkap adanya paham radikalisme di Gang Jumpul, Kelurahan Kapias Pulau, Kecamatan Teluknibung, Kota Tanjungbalai, Kamis lalu.

Dua terduga teroris masing-masing AN dan RI terpaksa ditembak mati oleh petugas, karena melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

"Iyalah. Kurang tidurlah. Ya, pastilah. Ini demi keamanan kok," kata Irfan kepada Tribun Medan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (20/10).

Menurut Irfan, pergerakan radikalisme di Tanjungbalai sudah termonitor oleh kepolisian sejak 2016.

"Bukan hanya Polres Tanjungbalai, tapi Densus dan Polda Sumut juga. Kelompok yang diamankan pada Mei 2018 lalu sudah diketahui. Tanjungbalai memang salah satu embrio," ujarnya.

Terkait terorisme, Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial menghimbau warga lebih peka dan aktif melihat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.

"Saya mengimbau kepada masyarakat Tanjungbalai di manapun berada, untuk tetap hati-hati dan waspada terhadap ancaman terorisme dan tindakan radikalisme," kata Syahrial, Sabtu.

Menurutnya, jika warga melihat kegiatan mencurugak di sekitar lokasi tempat tinggal mereka segera melapor ke kepala lingkungan.

"Jika ada hal-hal atau kegiatan yang mencurigakan, masyarakat diminta melapor kepada kepala lingkungan, lurah, tau camat," katanya.

Warga menyaksikan lokasi kamar mandi umum tempat dua terduga teroris bersembunyi di kawasan Jalan Jumpul Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Kamis (18/10/2018). Keduanya tewas setelah ditembak densus 88.
Warga menyaksikan lokasi kamar mandi umum tempat dua terduga teroris bersembunyi di kawasan Jalan Jumpul Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Kamis (18/10/2018). Keduanya tewas setelah ditembak densus 88. (TRIBUN MEDAN/HO)
Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved