Bandar Ekstasi Hello Kitty Divonis Hukuman Mati, Gambaran Mimik Wajahnya Seperti Ini!

Egah diputus bersalah mengedarkan 33.000 butir ekstasi yang di antaranya berlogo Hello Kitty dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan.

Bandar Ekstasi Hello Kitty Divonis Hukuman Mati, Gambaran Mimik Wajahnya Seperti Ini!
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Egah Halim terlihat tegar diputus pidana mati oleh Majelis Hakim yang dipimpin Erintuah Damanik di Pengadilan Negeri Medan, Senin (22/10/2018). Egah diputus bersalah mengedarkan 33.000 butir ekstasi yang di antaranya berlogo Hellokitty. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Perbuatan Egah Halim (46) mengedarkan ekstasi tak berkesudahan. Meski telah diputus pidana seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan pada 2014 lalu, Egah kini mendapatkan hukuman lagi oleh Pengadilan Negeri Medan.

Egah diputus bersalah mengedarkan 33.000 butir ekstasi yang di antaranya berlogo Hello Kitty dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (22/10/18) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Mengadili Egah Halim dengan pidana mati," jelas Erintuah Damanik selaku pemimpin majelis hakim.

Atas perbuatan Egah Halim, Majelis Hakim berpendapat tidak perlu mempertimbangkan pasal Subsidair karena unsur - unsur Pasal 114 (2) jo Pasal 132 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagai pasal primer telah terpenuhi.

Pertimbangan pemberatan hakim terhadap putusan pidana mati Egah Salim adalah terdakwa melawan program pemberantasan narkoba yang digagas pemerintah, merusak generasi bangsa, dan tidak bertaubat padahal telah dihukum seumur hidup sebelumnya.

"Tidak ada hal apapun yang membuat hakim memberikan pertimbangan keringanan hukuman untuk terdakwa Egah Halim," sebut Erintuah mengingat terdakwa Egah Halim bukan orang yang memiliki hak memiliki narkotika.

Mendengar putusan majelis hakim, mimik wajah terdakwa yang mengenakan kaos merah tersebut tampak tegar.

Sesekali ia menatap kamera wartawan yang diarahkan ke wajahnya.

Pidana mati Egah tentunya tidak bergeser dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ermahyanti Tarigan yang pada sidang sebelumnya menuntut majelis hakim dengan hukuman yang sama.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved