Melirik Bisnis Jasa Kebaya, tanpa Modal Usaha
Farhani Inesya Putri mengatakan Midodareni Gallery bergerak di bidang wedding solution yang fokus untuk penyewaan baju.
Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin Sinaga
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Banyak orang yang mengingkan pesta pernikahannya menjadi hal yang tidak terlupakan. Termasuk penggunaan kostum yang indah dan elegan.
Namun, bagi sebagian orang, membuat dan membeli gaun pengantin tersebut kurang efisien, pasalnya membutuhkan biaya yang cukup besar dan hanya digunakan sekali.
Pemilik Midodareni Gallery, Farhani Inesya Putri mengatakan Midodareni Gallery bergerak di bidang wedding solution yang fokus untuk penyewaan baju, aksesoris pengantin, make up pengantin dan foto prawedding.
"Awalnya merintis usaha ini, karena saya kesulitan mencari baju untuk acara saya sendiri. Jadi ketika mau foto prawedding saya kesulitan cari pakaian yang sesuai lalu karena harus menjahit dan biaya besar, sehingga saya berpikir untuk buat baju dan sewakan baju pribadi saya," ujar Farhani di Midodareni Gallery Jalan Ringroad, Medan, Selasa (23/10/2018).
Meskipun kedengarannya tidak masuk akal, tetapi perkembangan teknologi saat ini membuat apa yang dulu sulit dilakukan menjadi mudah, termasuk memulai usaha tanpa modal.
"Sebenarnya kita mulai usaha ini tanpa modal, saya mulai menyewakan baju saya pribadi dan tempatnya juga di rumah sendiri, jadi modalnya dulu, hanya handphone saja," ungkap Perempuan kelahiran, Medan, 25 Februari 1989 ini.
Selama empat tahun merintis usaha ini, Farhani mengaku pertumbuhan bisnis ini cukup lambat, namun seiring berjalan waktu, ia pun merasa bisnis ini juga cukup menjanjikan.
"Harga sewa kebaya, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 3 juta untuk wedding. Kita menyewakan kebaya, per tiga hari, karena kita hitung konsumen ketika ambil kebaya itu satu hari sebelum dan kembali satu hari setelah acara," ujarnya.
Ia menjelaskan kini pihaknya menyediakan beragam jenis model kebaya dengan berbagai pilihan warna dan ukuran. "Baju kita ada yang modern, tradisional, yang modifikasi juga ada, misalnya customer mau yang pakaian adat tapi ada sentuhan modernnya atau sebaliknya, kita bisa sediakan sesuai dengan permintaan customer," kata Farhani.
Sarjana Psikolog USU ini menambahakan pihaknya menyediakan berbagai pilihan baju dan aksesoris adat antara lain Melayu, Jawa, Mandailing, Batak, Aceh, Sunda dan lainnya.
"Saya pilih bahan, desain, lalu nanti kita bawa ke tim penjahit, setiap bulan kita selalu produksi baju. Saat ini pun kita lagi buat enam gaun sesuai request. Bila ukuran baju terlalu besar, kita kecilkan bajunya, jadi ukuran baju yang dipakai konsumen itu pas dan nyaman, serasa milik sendiri, enggak merasa seperti sewa" ucap Farhani.
Midodareni Gallery juga memberikan penawaran foto paket prawedding senilai Rp 3,9 juta, harga ini sudah termasuk biaya baju, jas, make up, dan cetak foto.
"Rata-rata omzet perbulan Rp 20 juta, setiap ada pemasukan, kita pakai untuk tambah gaun baru lagi, dan pengembangan usaha. Di Lantai I, Lantai II, kita fokus untuk baju, dan Lantai III, kita punya studio foto," katanya.
Bisnis wedding ini, dirasa Farhani
harus selalu mengikuti tren. Ia rajin menonton berita, membaca dan mencari informasi tentang tren baju pernikahan, kemudian ia pun mengaplikasikan dalam bisnisnya.
"Bisnis itu kalau tidak ada modal jangan menyerah, pokoknya apa yang terpikir hajar saja. Bila sudah dapat penghasilan lumayan, jangan terlalu cepat puas. Tetap tekun dan upgrade terus ilmu kita, agar kita tetap dicari konsumen," tutupnya.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pemilik-midodareni-gallery-farhani-inesya-putri-di-midodareni-gallery-jalan-ringroad_20181023_230701.jpg)