Penjambret yang Sempat Kritis karena Menabrak Tiang Listrik Meninggal Dunia

Benar, seorang pelaku yang awalnya belum diketahui identitasnya itu (Mr X) tewas pada, Minggu (21/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB

Penjambret yang Sempat Kritis karena Menabrak Tiang Listrik Meninggal Dunia
Tribun Medan / M Fadli
Satu dari pelaku jambret yang dirujuk ke RS Pirngadi, meninggal dunia, Senin (22/10/2018).Pelaku lainnya hingga saat ini masih kritis. 

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN-M Hamdani (21) pelaku penjambretan terhadap Jesika (19) warga Jalan Sambas meninggal dunia setelah sempat dirawat di RS Pirngadi. Sedangkan rekannya Rizki Ananda (26) warga Jalan Pimpinan Gang langgar, masih kritis.

Keduanya kritis setelah menabrak tiang listrik sewaktu berusaha kabur pascaberhasil menjabret tas milik Jesika. Keduanya diduga panik karena diteriaki warga sehingga menabrak tiang lsitrik.

Aksi perampokan itu terjadi di Jalan Aksara pada Minggu (21/10/2018) sekira pukul 06.00 WIB, lalu. Keduanya harus dirujuk ke RS Pirngadi Medan karena mengalami luka yang serius, pasca menabrak tiang.

Kapolsek Percutseituan Kompol Faidil Zikri mengatakan, satu dari dua pelaku yang sekarat usai menabrak trotoar dan tiang listrik di Jalan Aksara, Kecamatan Medan Tembung, pada Minggu (21/10/2018), akhirnya tewas saat menjalani perawatan intensif di RSU dr Pirngadi Medan.

"Benar, seorang pelaku yang awalnya belum diketahui identitasnya itu (Mr X) tewas pada, Minggu (21/10/2018) sekitar pukul 20.00 WIB," ujar Kapolsek Percutseituan, Kompol Faidil Zikri, Selasa (23/10/2018).

Dijelaskan Faidil, diketahui identitas korban yakni M Hamdani (21) warga Jalan Pimpinan Gang Suka Famili, Kecamatan Medan Petisah.

Mantan Suami Nafa Urbach Blak-blakan Bilang Selingkuh saat Masih Beristri, Begini Penyesalanya

3 Bocah Samosir Pengidap HIV Dilarang Sekolah, Terancam Diusir Masyarakat ke Luar Kabupaten

Kisah Asmara Ardie Bakrie dengan Artis Cantik Manohara, Intip 5 Foto Sebelum Menikahi Nia Ramadhani

M Hamdani sudah dijemput pihak keluarga pada, Senin (22/10/2018), dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan selanjutnya dimakamkan.

"Seorang pelaku, Rizki Ananda saat ini masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangannya lantaran belum sadarkan diri," ungkapnya.

Taurus Usaha Keras akan Mendapatkan Imbalannya, Sagitarius Urusan Cinta Anda dalam Bahaya

Hati-hati Berkendara, BMKG Prediksi Hujan Guyur Medan dari Pagi hingga Malam Hari

ketika itu korban Jessica (19) warga Jalan Sambas, Kecamatan Medan Kota itu bersama orangtuanya mengendarai mobil menuju ke rumah teman korban di Jalan Sejati, Kecamatan Medan Tembung.

Setibanya di lokasi tujuan, korban turun dari mobil sembari menenteng tas ransel warna pink berisi uang Rp 350 ribu dan surat-surat berharga lainnya.

Tiba-tiba kedua pelaku yang berboncengan dengan mengendarai sepedamotor menghampiri korban. Dengan cepat, pelaku yang duduk di posisi boncengan langsung menarik pakda tas Jessica.

Ibu Terduga Teroris yang Tewas Ditembak Densus 88 Diminta Pindah ke Aceh

Selebgram Bisa Makan Sushi Gratis di Restoran Ini, Porsinya Sesuai dengan Jumlah Pengikut

Setelah berhasil menjalankan aksinya, kedua bandit jalanan itu kabur ke arah Jalan Aksara. Dengan spontan korban berteriak rampok.

Orangtua korban saat itu juga langsung mengejar kedua bandit jalanan itu dengan mobilnya sembari berteriak rampok.

Nawal Lubis Berharap Keberadaan IPEMI Sumut Mampu Tumbuhkan Ekonomi Rakyat

Diduga gugup, sepedamotor yang dikendarai pelaku langsung menabrak trotoar dan tiang listrik hingga keduanya sekarat.

Di saat bersamaan orangtua korban tiba di lokasi dan kemudian mengambil tas korban. Selanjutnya orangtua korban menuju ke Polsek Percutseituan guna melaporkan kejadian itu.

Tak lama personil Reskrim tiba di lokasi, dan selanjutnya pelaku yang dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk mendapat perawatan medis.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri yang dikonfirmasi mengatakan saat ini kedua pelaku belum bisa dimintai keterangannya lantaran belum sadar. Seorang pelaku tidak ditemukan identitasnya.

"Para pelaku dijerat Pasal 365 Yo 363 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara," ujarnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved