Breaking News:

Sekolah Ini Larang Siswanya Gunakan Tas ke Sekolah, Ini yang Selanjutnya Terjadi 

Jacoba menunjukkan protesnya dengan aksi yang cukup unik, yakni dengan menggunakan keranjang rotan dan microwave

Penulis: Sally Siahaan |
Picture Triangle News
Jacob Ford bawa buku menggunakan microwave. 

TRIBUN-MEDAN.com - Untuk alasan  kesehatan dan keamanan, sekolah Spalding Grammar melarang murid-muridnya menggunakan tas. Sekolah ini mulai memberlakukan peraturan itu setelah seorang siswa menderita cidera pundak karena membawa tas dengan ukuran besar.

Karenanya, seluruh siswa diminta untuk membawa buku-buku menggunakan selama berlangsungnya pelajaran. Keputusan ini tentu menuai banyak ketidaksetujuan. Seperti siswa berusia 17 tahun, Jacob Ford.

Jacoba menunjukkan protesnya dengan aksi yang cukup unik, yakni dengan menggunakan keranjang rotan dan microwave setelah dimulainya petisi itu. Tidak sampai situ, dirinya bahkan menuliskan 3 ribu essay yang dapat dikatan sebagai wujud kompromi.

Tapi sayangnya, ia berakhir dengan hukuman skors selama dua hari, setelah menolak menyerahkan telefon genggam yang digunakannya untuk mengabari ibunya. Ibu Jacob bernama Tracy mengatakan bahwa cara yang dilakukan Jacob sudah sangat baik dan tidak berbahaya.

“Protes Jacob dibawakan dengan cara yang paling damai. Aku percaya dia menyampaikan apa yang seharusnya disampaikannya,” kata Tracy.

“Aku percaya pada kebebasan berpendapat. Jadi aku bangga padanya, yang berani memperjuangkan apa yang ia percayai. Entah itu dengan mikrowave atau tidak,” sambungnya.

Beberapa hari setelah diberlakukannya peraturan itu, Jacob mulai menciptakan petisi secara online.  Hanna Catterall sebagai yang sudah memulai petisi mengatakan bahwa, dengan larangan penggunaan tas ini, para murid tidak dapat membawa tugas mereka.

Petisi ini ditutup setelah mendapat 463 tandatangan. Tidak hanya Jacob, sejumlah orang tua juga menyatakan rasa keberatannya terhadap peraturan ini.

Larangan penggunaan tas ini tidak pernah muncul pada daring online sekolah. Yang ada hanya peraturan pemakaian seragam.

Kepala Sekolah Steven Wilkinson mengatakan pada Spalding Today, bahwa fakta yang tersedia itu jauh dari apa yang tergambarkan.

“Siswa kami tumbuh di jalan yang tak seharusnya. Mengerjakan hal yang tak tak pernah ku saksikan, dan dipuaskan dengan kalimat peraturan sekolah,” ucapnya.

“Yang membuatku kesal adalah orangtua yang tak ingin bekerja sama dengan kami, justru memuja-muja tingkah putra mereka,” tutup kepala sekolah.

(cr/tribun-medan.com)

Artikel ini sudah terbit di metro dengan judul School bans bags so boy turns up carrying books in a microwave

Belum Rekam e-KTP, Kemendagri Layangkan Ancaman Pemblokiran

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved