Ahok - Jawaban Gus Miftah Gak Disangka, Ditanya Deddy Corbuzier Hukuman Mengidolakan Ahok

Gus Mifah, bagaimana pandangannya ketika ditanya Deddy Corbuzier mengenai Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)?

Editor: Salomo Tarigan
Screenshot Youtube Channel Deddy Corbuzier
Ahok - Jawaban Gus Mifah Gak Disangka, Ditanya Deddy Corbuzier Hukuman Mengidolakan Ahok 

Ahok - Jawaban Gus Mifah Gak Disangka, Ditanya Deddy Corbuzier Hukuman Mengidolakan Ahok

TRIBUN-MEDAN.COM - Gus Miftah belakangan ini memang selalu jadi sorotan.

Cara menyampaikan dakwah, termasuk ketika berceramah di tempat hiburan malam. Namun bagaimana pandangannya ketika di tanya mengenai Ahok (Basuki Tjahaja Purnama)?

Mentalis populer Indonesia, Deddy Corbuzier mengunggah video baru di channel youtube miliknya.  

Kali ini Deddy mengajak Gus Miftah yang dikenal sebagai seorang ulama untuk menjadi narasumber membahas segala tentang lintas agama.  

Video tersebut diunggah pada Selasa (23/10/18).

Miftah Maulana Habiburrohman alias Gus Miftah merupakan seorang penceramah agama, yang sempat menjadi perbincangan hangat warganet, setelah video dakwah dan salawatnya di tempat hiburan malam di Bali viral.

Dalam video tersebut Deddy memulai pembicaraan mereka dengan sedikit gurauan.

Deddy bersama Gus Miftah mengawali topik pembahasan mereka.

AHOK
AHOK (istimewa)

"Apakah mengidolakan Ahok itu Kafir? berarti gua kafir dong?" kata Gus Miftah

Deddy pun bertanya kembali "loh kenapa?".

Gus Miftah menjawab "Ngidolain elu", jawabnya sambil tertawa.

Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (BTP) merupakan mantan Gubernur DKI Jakarta yang saat ini mendekam di penjara karena kasus penodaan agama.  

Ahok yang dikenal ceplas-ceplos harus berurusan dengan hukum karena pidatonya di kepulauan seribu yang menyinggung tentang agama.

Penceramah asal Yogyakarta ini seakan menegaskan bahwa mengidolakan seseorang, siapapun termasuk pemimpin negara karena didasari Pancasila.

Ia menganalogikan bagaimana ketika orang-orang mengidolakan grup musik band luar negeri dapat dikatakan sebagai seorang penghianat agama.

Ahok
Ahok (instagram/basukibtp)

"Idola tidak ada kaitannya dengan agama, seberapa banyak orang Indonesia yang kafir gara-gara mengidolakan Metalica?"

"Kalau berbicara tentang pemimpin Indonesia milihnya berdasarkan apa? ya Pancasila, negara demokrasi. Berarti aturannya ikut demokrasi", ujarnya.  

Pertanyaan selanjutnya yang dilontarkan Deddy adalah hukum bagi laki-laki yang menyerupai wanita.

Lagi-lagi Gus Miftah menjawab dengan sedikit gurauan, "itu lady boy, wajahnya lady, bodinya boy", kata Gus.

Dilanjutkannya hal itu tentu sudah melanggar fitrah yang sudah diberikan sang pencipta.

Ia bercerita kepada Deddy pernah menjelaskan apa sebutan bagi orang yang keluar dari jati dirinya setelah meninggal.

Gus Miftah ajak pengunjung klub malam berselawat
Gus Miftah ajak pengunjung klub malam berselawat (Ist)

 "kalau laki-laki meninggal namanya apa? almarhum, perempuan mati namanya apa? almarhummah, kalau banci mati namanya apa? aluminium," katanya.

Baca: Syarat CPNS Mengikuti Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari BKN, Rangkaian Tes Kesehatan

Baca: Terkuak Surat Wasiat Suami, Fakta Baru Sekeluarga Tewas Ditembak, Mengharukan!

Pertanyaan ketiga yang dilontarkan Deddy adalah tentang hukum dalam memelihara hewan anjing.

Gus Miftah menanggapi dengan santai, bahwa hukum memelihara anjing adalah najis dan memakan dagingnya tentu diharamkan dalam Islam.

Namun, bukan berarti menurut Gus, manusia dapat memperlakukan anjing dengan berlaku kasar bahkan sampai menyiksa.

Gus Miftah
Gus Miftah (Tribun Medan)

Sementara menurut Gus Miftah, dalam Islam, manusia boleh memelihara anjing jika hanya digunakan untuk menjaga keamanan saja.

"Karena ada hadist yang mengatakan, rumah tidak akan dimasukki oleh malaikat kalau di dalamnya ada anjing", jelas Gus.

Setelah 3 pertanyaan tersebut dijawab oleh Gus Miftah.

Baca: Agus Rahardjo - OTT KPK, Bupati Cirebon dan Pengusaha Ditangkap Diduga Jual beli Jabatan

Lanjut Deddy yang melontarkan pertanyaan "Apakah pemimpin negara diharuskan Muslim?"

Gus Miftah langsung menjawab Indonesia menggunakan ideologi Pancasila yang mengesahkan 5 agama di dalamnya.

Sudut pandangnya berbicara bahwa selama Indonesia masih menggunakan sistem demokrasi, siapapun berhak menjadi seorang pemimpin.

"Kalau negara ini menggunakan syariat Islam, Iya. Tapi ingat, Indonesia menggunakan ideologi Pancasila. Kalau Pancasila itu berarti semua agama yang diakui Undang-Undang berhak menjadi pemimpin,

"Ini kan kita berbicara konteks Pancasila, kalau yang tidak sepaham dengan saya berarti barangkali pamahaman kita tentang Pancasila berbeda. Karena ini demokrasi bukan syariat Islam, kecuali negara ini sudah berubah menjadi negara Islam, itu beda lagi konteksnya", ungkap Gus Miftah


Video Lengkapnya klik di sini

Baca: Syarat CPNS Mengikuti Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari BKN, Rangkaian Tes Kesehatan

Baca: Artis Maia Estianty & Mulan Jameela Jadi Sorotan di Jakarta Fashion Week, juga Susi Pudjiastuti

Baca: Istri Soekarno - Menguak Harta Warisan Bung Karno, di Bank Swiss? Yurike Sanger Blak-blakan

Ahok - Jawaban Gus Mifah Gak Disangka, Ditanya Deddy Corbuzier Hukuman Mengidolakan Ahok

TAUTAN: Deddy Corbuzier Tanya Apa Hukumnya Mengidolakan Ahok? Ini Jawaban Gus Miftah

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved