Banding Terdakwa Meiliana Kandas, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Menguatkan Putusan PN Medan

Tinggi menetapkan bahwa putusan pengadilan tingkat pertama telah sesuai dengan fakta hukum di persidangan.

Banding Terdakwa Meiliana Kandas, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Menguatkan Putusan PN Medan
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Meiliana saat menjalani sidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Medan, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Banding yang diajukan terdakwa kasus penistaan agama di Tanjungbalai, Meiliana kandas.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan dalam amarnya menguatkan kembali putusan Pengadilan Negeri Medan. Artinya, Meiliana akan dihukum 1 tahun 6 bulan penjara.

Banding Meiliana dengan nomor putusan 784/Pid/2018/PT MDN diputuskan oleh tiga majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan.

Ketiga tersebut adalah Hakim Ketua Daliun Sailan, Hakim anggota I Prasetyo Ibnu Asmara dan hakim anggota II Ahmad Adrianda Patria pada sidang putusan yang berlangsung, Kamis (25/10/2018) siang.

"Kita dengar bersama Pengadilan Tinggi menetapkan bahwa putusan pengadilan tingkat pertama telah sesuai dengan fakta hukum di persidangan, dan memenuhi rasa keadilan terdakwa dan masyarakat," ucap Humas Adhi Sutrisno di Pengadilan Tinggi Medan, Jalan Ngumban Surbakti Nomor 38 Medan.

"Artinya putusan yang telah diucapkan tadi sependapat dengan apa yang telah diputuskan oleh majelis hakim tingkat pertama. Majelis hakim Pengadilan Tinggi sependapat dengan seluruh pertimbangan hukum PN Medan," sambung pria berkumis tersebut.

Kuasa hukum Meiliana, Ranto Sibarani, di Kampus Universitas Medan Area, Sabtu (28/8/2018).
Kuasa hukum Meiliana, Ranto Sibarani, di Kampus Universitas Medan Area, Sabtu (28/8/2018). (Tribun Medan/Liston Damanik)

Atas putusan tersebut, Ketua Tim Penasihat hukum Meiliana, Rantau Sibarani yang dihubungi melalui seluler mengatakan bahwa pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Meiliana untuk memutuskan menempuh kemungkinan upaya kasasi.

"Kita akan kasasi secepatnya setelah mendapat persetujuan dari ibu Meiliana," ujar penasihat hukum berkepala plontos tersebut.

"Kita kecewa tidak mendapatkan informasi terkait pemeriksaan perkara tersebut di tingkat banding. Pengadilan Tinggi bahkan tidak merespon permohonan penangguhan penahanan yang kita ajukan," tambahnya kemudian menutup telepon.

Halaman
1234
Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved