Polda Sumut Ringkus Polisi Gadungan Sindikat Tangkap Lepas, Dua Sindikat Lagi Sedang Diselidiki

Sindikat yang beranggotakan lima orang dengan peran masing-masing ini, berpura-pura menjual narkoba palsu lalu pembelinya ditangkap.

Polda Sumut Ringkus Polisi Gadungan Sindikat Tangkap Lepas, Dua Sindikat Lagi Sedang Diselidiki
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Para tersangka yang diringkus oleh Subdit I Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut, yang berpura-pura jadi polisi gadungan sindikat tangkap lepas. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Subdit I Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut, berhasil mengungkap kasus polisi gadungan yang kerap melakukan tangkap lepas terhadap pelaku narkoba.

Modusnya, sindikat yang beranggotakan lima orang dengan peran masing-masing ini, berpura-pura menjual narkoba palsu lalu pembelinya ditangkap, kemudian dilepas atau diperas setelah menyerahkan uang.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan Subdit I Direktorat (Dit) Reserse Narkoba Polda Sumut bergerak, berdasarkan dari laporan masyarakat yang menyebut banyak polisi melakukan tangkap lepas narkoba.

"Petugas Narkoba berhasil mengidentifikasi pelaku Herman Cs yang sering menangkap bandar narkotika dengan modus polisi gabungan dengan imbalan uang," kata Agus di Polda Sumut, Kamis (25/10/2018).

Agus menuturkan, selain anggota kepolisian seorang sindikat ini juga mengaku sebagai TNI. Mereka sudah tiga kali melakukan aksi tangkap lepas dengan berseragam Polri dan menggunakan air soft gun, dua diantaranya berhasil dan terakhir pada Senin (22/10/2018), ditangkap polisi asli.

"Kasus itu masih dalam proses pengembangan. Masih ada dua sindikat lagi dengan modus yang sama sedang dalam penyelidikan," tegas Agus.

Kelimanya tersangka, Herman (52), mengaku TNI, warga kompleks Mencirim Asri Blok E, Kelurahan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Periyandi alias Feri (38), mengaku polisi, warga Jalan Pasar I Gang Kantin, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang Medan.

Kemudian, Bimbingan Facdo (29), warga Jalan Sawit I, Perumahan Simalingkar Medan, Rudi Hartono (33), warga Jalan Puskesmas Gang Buntu, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan Ismail Nugroho (38), warga Jalan Pasar I Gang Pribadi V, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang.

"Kasus itu terungkap dari upaya under cover yang dilakukan petugas pada Senin (22/10/2018) di sebuah rumah makan Jalan KH Wahid Hasil Medan. Dua personel Narkoba Polda Sumut memesan sabu 1 Ons kepada tersangka Biembi Facdo seharga Rp 53 juta," terang Agus.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved