Seleksi CPNS Molor 8 Jam, Peserta Ujian : Udah Keriting Kami, Capek Nunggunya

Peserta seleksi CPNS Dairi kesal, akibat molornya pelaksaan ujian hingga delapan jam.

Tayang:
Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
Para peserta ujian CPNS Pemkab Dairi berada dibawah tenda dan halaman Bale Karina, Sidikalang pada Jumat (26/10/2018), akibat molornya pelaksanaan ujian dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya. 

TRIBUN-MEDAN.com-Selain pengunduran jadwal, pelaksanan ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) CPNS formasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemnkumham) juga diwarnai penundaan waktu tes.

Hal tersebut dialami peserta yang ikut ujian SKD di Kantor Regional VI BKN Medan, Jumat (26/10).

Sebelumnya di lokasi berbeda, Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto, Medan, peserta seleksi terpaksa pulang lebih awal, karena jadwal ujian diundur jadi Kamis, 1 November 2018.

Di Kantor Regional VI BKN Medan, peserta ujian masih mengikuti tes hingga pukul 19.30 WIB. Sebab, jadwal ujian diundur.

Seorang CPNS, Arif Habibi Harahap, sudah berjam-jam menunggu giliran tes. Ia pun kecewa, karena tidak ada pemberitahuan. Padahal lokasi ujiannya di BKN Regional Sumut.

"Kecewa juga sih, karena enggak ada pemberitahuan. Di jadwal kan jam setengah satu. Tapi, kan Jumat, masa enggak Jumatan gara-gara ujian. Tahunya emang diundur juga jadwal ujiannya," katanya, Jumat.

Menurutnya, hingga pukul 12.21 WIB, jadwal ujian sesi II, yang harusnya dilaksanakan pukul 10.00 WIB, belum dimulai.

"Kan di kartu ujian jadwal ujian sesi III jam 12.30 WIB. Tadi, dapat informasi dari anak sesi II, mereka bilang belum ujian. Seharusnya jadwal ujian jam 10.00 WIB," katanya.

Arif menambahkan, jadwal ujian sesi I yang dijadwalkan pukul 08.00 WIB pun belum ujian. "Jadi emang diundur sih. Tadi, dapat kabar juga teman-teman yang ujian di Kodam ditunda jadi 1 November," kata Arif.

Hingga menjelang Magrib, Arif baru masuk ke ruang ujian. Namun, ujian diselenggarakan usai Salat Magrib. Berjam-jam menunggu giliran untuk ujian, ia mengaku capai dan lelah.

"Malam ujian, apa lagi yang mau dibaca. Sudah ngantuk-ngantuk kami. Sudah capek. Dari wangi awak (saya) sampai bau ikan asin. Tahun lalu pun dengar-dengar gitu. Sampai jam 10 malam pun masih ujian," ujar lulusan Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut.

Senada dengan Arif, CPNS bernama Budi Setiawan mengaku, sudah lelah. Persiapannya dari pagi seakan hilang, karena kelelahan menanti jadwal ujian.

"Udah capeklah. Udah capeknya saja yang tinggal. Baca-baca, belajar udah enggak lagilah," katanya.

Pelamar asal Kisaran ini pun mengaku kecewa. Dia menilai, down-nya server yang terjadi merupakan bentuk ketidaksiapan panitia melaksanakan seleksi CPNS 2018.

"Kayak enggak siap orang ini. Masa servernya bisa enggak connect. Kan sudah setiap tahun ujian, masa enggak ada antisipasi," katanya.

Wilayah Sumatera Utara Diperediksi BMKG Diguyur Hujan Lebat

Harimau Sumatera Kembali Teror Warga Perkampungan, Sebelumnya Dua Orang Tewas Diterkam

Molor Delapan Jam

Peserta seleksi CPNS yang melaksanakan SKD di Bale Karina, Jalan Empat Lima, Sidikalang, Dairi kesal, akibat molornya pelaksaan ujian hingga delapan jam.

Seyogianya ujian SKD di Kabupaten Dairi mulai pukul 08.00 WIB. Namun, akibat adanya kendala teknis, ujian baru bisa dilakukan pukul 16.00 WIB.

Penundaan tersebut membuat peserta CPNS kecewa, seperti yang disampaikan D br Barus (35) warga Desa Huta Rakyat, Sidikalang.

Perempuan yang mengaku melamar CPNS sebagai guru SMP di Kecamatan Pegagan, Dairi ini telah tiba di lokasi ujian pukul 07.00 WIB.

Namun, begitu tiba di Bale Karina, harus menerima kenyataan, pelaksanaan ujian diundur beberapa jam dari jadwal semula. Apalagi hingga melewati siang, ujian untuk sesi pertama belum juga dimulai.

Sehingga Alumni Unimed tersebut gelisah, terlebih demi dapat melaksanakan ujian, ia harus meninggalkan buah hatinya yang masih kecil di rumah.

"Udah keriting kami, capek nunggunya. Katanya siang baru dimulai ujiannya," katanya. Ia menilai seperti ada ketidaksiapan dari panitia untuk menyelenggarakan penerimaan CPNS tahun ini.

Sebab, selain jadwal ujian yang molor, pembagian kartu peserta ujian juga dilakukan H-1 atau Kamis.

"Semalam bagi kartu, kami tempuh juga walau hujan-hujanan. Tapi, hari ini ujian ternyata nggak dimulai-mulai," ucapnya. Kekesalan yang sama ditunjukkan Binser Maradona Manik (30).

Warga Medan itu mengaku, harus berangkat Jumat dini hari, agar tidak terlambat mengikuti ujian CPNS di Kabupaten Dairi.

"Dari jam tiga pagi aku berangkat dari Medan, naik angkutan, sampai jam tiga sore ini ujian belum mulai juga," kata Binser. Alumni Fakuktas Hukum Universitas Muslim Nusantara (UMN) ini menuding panitia tidak siap menggelar ujian CPNS tahun ini.

Mulai dari kartu ujian yang baru bisa diambil satu hari sebelum ujian. Hingga sulitnya mengakses maupun memeroleh informaai dari situs sccn.bkn.go.id.

"Seharusnya kalau memang nggak siap, jangan dibuka penerimaan. Kami peserta ini kan jadi kecewa, harus menunggu lama kayak gini," katanya.

Kekesalan Binser semakin bertambah, setelah ia, yang seharusnya dapat mengikuti ujian pada sesi pertama, bergeser menjadi peserta seleksi CPNS yang melaksanakan ujian pada sesi kedua.

Sebab, dari 275 unit perangkat laptop yang disediakan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Bale Karina Sidikalang, hanya 210 unit yang mampu terkoneksi ke jaringan.

"Udah nggak beres ini. Mau jam berapa lagi. Peserta sesi pertama ujian 90 menit. Nggak ngerti lagi lah," katanya. Pantauan Tribun Medan di lokasi, para pelamar CPNS banyak terpaksa menunggu di luar halaman Balai Karina, karena tidak mampu menampung 825 orang peserta, akibat molornya pelaksanaan ujian.

Sebab, panitia tidak menyediakan tempat bagi peserta yang sedang menunggu giliran untuk mengikuti ujian sesuai jadwal sesi yang telah ditetapkan.(cr5/ind)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved