Edy Rahmayadi Turun ke Situs Benteng Putri Hijau, Sepakati Rencana Pembebasan Lahan

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Bupati Deliserdang Anshari Tambunan dan Ketua Pusat Studi Ilmu Sejarah Unimed Ichwan Azhari

Istimewa
Ichwan Azhari (tengah) bersama Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kiri) dan Bupati Deliserdang Ashari Tambunan (Kanan), barang-barang temuan warga yang akan diletakkan dan diteliti di Museum Situs Benteng Puteri Hijau. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, Bupati Deliserdang Anshari Tambunan dan Ketua Pusat Studi Ilmu Sejarah Unimed Ichwan Azhari dan pihak terkait lainnya di Situs Benteng Puteri Hijau di Desa Deli Tua, Kecamatan Namorambe, Deliserdang.

Gerakan pemyelamatan Situs Benteng Puteri Hijau yang menyimpan sejarah dunia berlanjut. Kegiatan pengembang yang merusak situs Benteng Puteri Hijau harus dihentikan.

Tinjauan ini merupakan rangkaian dari kegiatan peluncuran museum situs Benteng Puteri Hijau yang terletak di lokasi yang sama.

"Alangkah tak beradabnya kalau kita tak menghargai sejarah ini," kata Gubernur Edy Rahmayadi di sela-sela peninjauan, Selasa (30/10/2018).

Dalam kesempatan itu disepakati tindak lanjut upaya penyelamatan benteng puteri hijau yaitu dengan rencana pembebasan lahan, terutama di zona inti oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang.

Juga tidak dibenarkan lagi adanya aktivitas pembangunan di zona tersebut. Di kawasan ini nantinya juga akan dibangun Museum Benteng Puteri Hijau.

Edy mengimbau masyarakat agar terus menjaga situs bersejarah di Sumut tersebut. "Situs ini harus kita jaga, kalau tidak kita jaga, hilang nanti ini semua," katanya, menunjuk arah benteng yang terbuat dari tanah.

Gubernur Sumut dan Bupati Deli Serdang memperhatikan ceceran temuan arkeologis dari sisa Benteng Puteri Hijau yang runtuh.
Gubernur Sumut dan Bupati Deli Serdang memperhatikan ceceran temuan arkeologis dari sisa Benteng Puteri Hijau yang runtuh. (Ist)

Tidak terlihat lagi bekas benteng pertahanan. Situs Benteng Puteri Hijau kini ditutupi oleh semak belukar lantaran tidak terawat.

Misalnya seperti parit pertahanan Kerajaan Aru sudah dipenuhi pepohonan dan rerumputan yang sangat lebat. Di beberapa titik, ada perumahan yang sudah berdiri sejak lama.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved