Kejari akan Usut Sumbangan untuk Korban KM Sinar Bangun yang Diterima Pemkab Simalungun

"Kepala BPBD akan kita panggil minggu depan. Itu pemanggilan kedua," ungkapanya.

Kejari akan Usut Sumbangan untuk Korban KM Sinar Bangun yang Diterima Pemkab Simalungun
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Massa menuntut Kejari usut aliran dana evakuasi KM Sinar Bangun di Kejari Simalungun, Selasa (30/10/2018). 

Selain itu, banyak dana bantuan yang diberikan oleh para dermawan tidak mengalir ke keluarga korban. Ia yang datang bersama keluarga korban Marasi Sidabutar mengatakan keluarga korban hanya menerima Rp 2 juta untuk ongkos pulang.

"Yang diberikan dari Pemkab Simalungun hanya Rp 2 juta dan itu hanya sebagai ongkos. Kami minta Kejari segera menindaklanjuti dengan serius,"ujarnya.

Tidak hanya kejaksaan, Hotman juga meminta DPRD Simalungun untuk membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas penggunaan dana tersebut.

Menjawab tuntutan tersebut, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Simalungun Robinson Sihombing menjelaskan, proses penyelidikan penggunaan anggaran tersebut masih terus berlanjut.

"Kami juga minta kepada LIRA, apabila menemukan bukti, serahkan kepada kami. Prosesnya masih berlanjut,"tegasnya.

Sekadar diketahui, Kejaksaan Negeri Simalungun sudah memeriksa tujuh kepala OPD di Simalungun terkait anggaran penanganan tenggelamnya KM Sinar Bangun. Pemeriksaan sudah berlangsung 1 kali.

Ketujuh kepala OPD yang diperiksa tersebut yakni Kepala Dinas kesehatan Jan Maurisdo Purba, Kepala Dinas Sosial Frans Togatorop, mantan Kepala RSUD Tuan Rondahaim dr Lidya Saragih, Kepala Dinas Kominfo Akmal Siregar, Bendahara BPBD Juliater Damanik, Kepala BPBD Mudahalam Purba, Camat Dolok Pardamean Rediana Naibaho, dan Kepala Dinas Perhubungan Ramadani Purba.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved