Bersama RISE, Melampaui Batas Kemampuan di Tengah Keterbatasan

Hidup di tengah keterbatasan tak membuat para penyandang disabilitas di Medan untuk menyerah pada keadaan dan keterbatasan.

Bersama RISE, Melampaui Batas Kemampuan di Tengah Keterbatasan
TRIBUN MEDAN/TRULY OKTO PURBA
THAMRIN Simarmata (depan, berkacamata) dan istrinya, Restiana Manullang (belakang) saat mengerjakan pesanan jahitan di rumah mereka, di kawasan Simalingkar B, Selasa (23/10/2018). Thamrin merupakan penyandang disabilitas penerima manfaat program RISE di Medan. 

Tak hanya soal mentoring tatap muka, Thamrin juga berharap, Maybank Indonesia dapat mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para penyandang disabilitas yang telah mengikuti pelatihan program RICE dan berniat untuk mengembangkan usaha lain. “Pihak Maybank tentu saja dapat melihat mana usaha yang potensial untuk dibantu pendanaannya. Alokasi dana ini khusus untuk pengembangan usaha lain selain usaha pokok menjahit. Kalau untuk pendanaan usaha pokok, saya rasa modal kami masih cukup,” harap Thamrin.

Nurhayati menambahkan, dirinya terkesan dengan ajakan saat pelatihan untuk menyisihkan pendapatan Rp 20 ribu sebagai tabungan. Dikatakan Nurhayati, dirinya ingin melakukannya dan memilih Maybank sebagai bank untuk menyimpan uangnya. Namun, kata Nurhayati, di sekitar rumahnya tidak ada Maybank. Dirinya harus menempuh perjalanan lebih dari lima kilometer untuk sampai ke kantor cabang Maybank terdekat. “Dengan kondisi tubuh saya yang terbatas saat ini, sulit rasanya untuk menempuh perjalanan sejauh itu untuk menyimpan uang. Harapannya, maybank membuka cabang di sekitar Deli Tua ini. Apalagi banyak penyandang disabilitas yang pernah mengikuti pelatihan RISE yang tinggal di sekitar sini,” kata Nurhayati.

Tangguh Dalam Menghadapi Situasi Sulit

CSR Head & Sec. Maybank Indonesia Foundation, Juvensius Judy Ramdojo mengatakan, RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) dan keuangan kepada para penyandang disabilitas.  Program  ini terdiri dari program pelatihan selama tiga hari dan dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama tiga hingga enam bulan.  Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas akan dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset) dalam mengelola usaha. Kemudian dalam program mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha. Dalam pelaksanaan program ini, kata Juvensius, Maybank Foundation dan Maybank Indonesia dibantu People Systems Consultancy.

“Program RISE bertujuan membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha para penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.  Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain, termasuk masyarakat marjinal sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Juvensius kepada Tribun-Medan.com, Selasa (30/10/2018).

Juvensius menjelaskan, program RISE dimulai di Indonesia pada April 2016 dengan penerima manfaat sebanyak 211 orang. Pada tahun 2017 program RISE masuk fase dua dan menargetkan penerima manfaat sebanyak 2,000 orang. Di bulan April 2018, program RISE pertama kali merambah ke kota Medan dan sudah menggelar dua kali kelas pelatihan.”Total ada 112 penerima manfaat di kota Medan. Dari 112 penerima manfaat ini, 111 diantara mereka merupakan penyandang disabilitas,” katanya.

Dikatakan Juvensius, selama proses mentoring, peserta (penerima manfaat) mendapatkan mentoring melalui telepon setiap dua minggu. Namum ada kalanya dimana peserta tidak dapat dihubungi. Ada juga pendampingan tatap muka sebanyak tiga kali. Dalam pendampingan tatap muka ini akan diberi materi lanjutan seperti: branding, berjualan online, investasi, dan strategi pemasaran 7P.

Dibandingkan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia yang telah melaksanakan program RISE, kata Juvensius, penerima manfaat program RISE di Medan relatif lebih tangguh dalam menghadapi situasi sulit. Hal ini dibuktikan dalam kegigihan mereka menghadapi kerasnya persaingan usaha. Meski mayoritas penerima manfaat adalah penyandang disabilitas, namun hal tersebut tidak menjadikan penghalang untuk mereka bersaing dengan orang-orang normal.

“Untuk kota Medan, para penerima manfaat sudah berhasil meraih peningkatan penghasilan sebesar 135 persen (untuk 40 persen penerima manfaat tertinggi), dan secara keseluruhan penerima manfaat mendapatkan peningkatan penghasilan sebesar 44 persen. Mengingat sebagian dari penerima manfaat belum menyelesaikan program pendampingan selama tiga hingga enam bulan, hasil sementara yang sudah diraih ini merupakan bukti luar biasa dari semangatnya teman-teman penyandang disabilitas di Medan,” katanya.

Terkait penglokasian dana CSR untuk pengembangan usaha lain, Juvensius mengatakan, modal secara selektif akan diberikan di tahun 2020 sebagai bagian dari program training. “Banyak pengalaman menunjukkan pemberian modal sejak awal memicu program gagal. Karena itu kami meletakkan perubahan basic (dasar) pikir terlebih dahulu. Artinya karakter menjadi entrepreneur adalah yang lebih penting. Dalam hal ini, seleksi alam akan menguji mereka secara perlahan,” katanya.

Sedangkan untuk pembukaan cabang Maybank Indonesia terdekat, Juvensius menyarankan, jika masih memungkinkan, mereka (penerima manfaat) datang ke cabang terdekat. Atau jika tidak memungkinkan untuk datang ke cabang terdekat, Maybank Indonesia mengusulkan penerima manfaat untuk berkumpul seminggu atau sebulan sekali. “Mobil kas keliling kami bisa melayani,” ujarnya.

Kepada seluruh penyandang disabilitas yang telah mendapatkan pelatihan dalam program RISE Maybank Indonesia, Juvensius berharap, agar terus semangat dan menyebarkan semangat tersebut kepada orang lain di sekitar mereka. “Kami berharap, mereka terus mandiri hingga akhirnya mampu memberdaykan sesama penyandang disabilitas dan keluarga prasejahtera,” katanya.(*)

Penulis: Truly Okto Hasudungan Purba
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved