Bersejarah, Perempuan Terdakwa Mati Penistaan Agama Dibebaskan Mahkamah Agung

Selama menempuh upaya banding, ia mendekam di penjara dan sebagian besar waktunya dihabiskan di sel isolasi.

Bersejarah, Perempuan Terdakwa Mati Penistaan Agama Dibebaskan Mahkamah Agung
Pada tahun 2010, Asia Bibi dihukum mati untuk dakwaan menghina Nabi Muhammad dalam sebuah pertengkaran dengan tetangganya. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mahkamah Agung Pakistan, membuat keputusan bersejarah,  membebaskan seorang perempuan Kristen yang dijatuhi hukuman mati untuk pidana penodaan agama.

Majelis khusus dengan tiga hakim anggota, yang diketuai oleh Hakim Agung Saqib Nasir, memerintahkan pihak berwenang untuk segera membebaskan Asia Bibi berusia 53 tahun dalam keputusannya pada hari Rabu (31/10/20180.

Hakim Agung Saqib Nisar yang membacakan putusan di Mahkamah Agung di Islamabad, mengatakan Asia Bibi kini bebas, jika aparat tidak memperkarakannya untuk kasus lain.

Pada tahun 2010, Asia Bibi dihukum mati untuk dakwaan menghina Nabi Muhammad dalam sebuah pertengkaran dengan tetangganya.

Dia bersikukuh menyatakan diri tak bersalah.

Selama menempuh upaya banding, ia mendekam di penjara dan sebagian besar waktunya dihabiskan di sel isolasi.

Kasus Bibi ini membuat Pakistan terbelah, terlebih sebagian besar warganya memberi dukungan kuat pada undang-undang penodaan agama.

Saat sidang berlangsung, pemerintah melakukan pengamanan ketat di Islamabad, mengantisipasi kekhawatiran akan meletusnya kekerasan.

Pasalnya, ulama-ulama agama garis keras meminta pendukung mereka turun ke jalan dan menekan pemerintah menghukum Bibi.

Penghujatan tetap menjadi topik yang sangat sensitif di Pakistan, di mana sentimen keagamaan yang kuat telah menyebabkan kekerasan dan pembunuhan massal pada masa lalu.

Halaman
12
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved