Breaking News:

Pengadilan Tinggi Perberat Hukuman Bandar Narkoba Rita Haryati

Rita Haryati ditambah masa hukumannya menjadi 4 tahun dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang semula hanya 2 tahun penjara.

Penulis: Alija Magribi |

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengadilan Tinggi (PT) Medan akhirnya menambah masa hukuman terdakwa Rita Haryati Siregar dalam banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) August Vernando terkait putusan ringan yang diberikan Majelis Hakim sekaligus Ketua Pengadilan Negeri (PN) Simalungun Lisfer Berutu saat itu.

Putusan banding pada nomor perkara 860/Pid.Sus/2018/PT MDN, yang telah didaftarkan 3 September 2018 lalu, Majelis Hakim yang dipimpin Sabungan Parhusip memutus pidana yang lebih berat kepada Rita Haryati pada sidang yang majelis Rabu (31/10/2018) sore.

Adi Sutrisno yang mewakili Majelis Hakim menerangkan bahwa terdakwa Rita Haryati ditambah masa hukumannya menjadi 4 tahun dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun yang semula hanya 2 tahun penjara. 

"Majelis Hakim tadi sudah bermusyawarah. Pada pokoknya, Memutus pidana penjara selama 4 tahun, Denda Rp 800.000.000 Subsidair 3 bulan kurungan kepada terdakwa Rita Haryati," ucap Humas Adi Sutrisno.

Baca: Vonis Ringan Rita Haryati Bandar Narkoba, Kapolres Terkejut Langsung Hubungi Kajari

"Pasal yang dikenakan masih tetap 112 ayat (1) KUHPidana tentang Narkotika," katanya.

Adi yang sebelumnya mengatakan hanya akan membacakan inti-inti putusannya menguraikan bahwa ada perbedaan dalam alat bukti yang disita. 

"Yang membedakan adalah mobil terdakwa yang dalam amar putusan PN Simalungun akan disita tetapi dalam putusan banding ini, Majelis berpendapat mobil tersebut diserahkan ke terdakwa karena tidak ada kaitan terkait kasus ini," sambungnya.

Adapun pertimbangan pemberatan yang membuat Majelis Hakim memutus lebih berat, Adi mengaku belum bisa memberikan keterangan lanjutan.

Salinan resmi putusan banding masih akan disusun sebelum diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum dan penasihat hukum terdakwa.

"Pertimbangannya saya belum lihat karena saya tadi melihat inti-intinya saja. Mungkin besok baru bisa dipaparkan atau bisa dilihat di situs resmi saja besok," ujarnya.

Terkait putusan banding tersebut, PT Medan akan segera mengirimkan salinan tersebut dalam waktu dekat agar pihak kejaksaan dan tim pengacara Terdakwa Rita Haryati Siregar agar dapat mengambil sikap.

Belum Menentukan Sikap

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melalui Kasi Penkum Sumanggar Siagian mengaku belum mengetahui Pengadilan Tinggi Medan telah memutus banding kasus narkotika Rita Haryati Siregar. Sumanggar justru baru mengetahuinya dari wartawan.

"Oh saya belum tahu kalau putusannya telah diberatkan. Saya malah baru tahu dari teman wartawan karena kan salinannya belum kita terima," ucap mantan Kasi Pidana Umum Kejari Binjai ini melalui sambungan telepon.

Sumanggar mengatakan bahwa terlalu dini untuk menentukan apakah menerima atau akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung mengingat putusan belum diterima. Dia berujar perlu mempelajari putusan banding dengan pihak Kejari Simalungun.

"Ah ini kan baru tahu. Kita lihat lah dulu seperti apa putusannya. Setelah nanti salinan diterima oleh Kejari Simalungun baru kita akan menentukan sikap," pungkasnya

Diketahui Rita Haryati mendapat vonis jauh lebih rendah dari Hakim Lisfer Berutu yang memutusnya dengan pidana penjara selama 2 tahun, Denda Rp 800 juta Subsider 3 bulan kurungan, dari tuntutan jaksa Penuntut Umum August Vernando yang memohon Rita agar dipidana selama 8 tahun pada 3 September 2018 lalu.

Rita Haryati diputus bersalah menyimpan sejumlah narkotika jenis sabusabu dalam kemasan klip plastik yang ditemukan di dalam kedua mobilnya oleh Polres Pematangsiantar.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pengerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Sumanggar Siagian mendesak jaksa untuk banding.

Ia memastikan untuk Pasal 112 ayat 1 yang disematkan kepada Rita Haryati setidaknya mendapat hukuman minimal kurungan empat tahun.

"Kan tuntutannya 8 tahun, berarti 2/3 dari situ yakni lima tahun. Otomatis itu banding," ujarnya. Sumanggar memastikan vonis tersebut tidak tepat untuk pengedar narkoba.

Kasus tersebut sempat menjadi sorotan masyarakat, bahkan mutasi Hakim Lisfer Berutu oleh Mahkamah Agung ke Pengadilan Negeri Pati, Jawa Tengah yang dikait-kaitkan dengan putusan rendahnya terhadap Rita Haryati, meski demikian Humas Pengadilan Tinggi membantah hal tersebut.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved