UMP 2019 Provinsi Sumut Sudah Diteken Gubernur Edy Rahmayadi, Besok akan Diumumkan

ditetapkan bersama bahwa UMP akan naik menjadi Rp 2,3 Juta dari sebelumya Rp 2,1 juta.

Tribun Medan/Viktory
Ratusan Massa yang tergabung dalam Buruh Bersatu Melawan Sumut pasca ditetapkan UMP Sumut 2018, lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN-Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Sumatera Utara akan diumumkan pada 1 November, penetapan ini juga sudah ditandatangani oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

UMP ini mengalami kenaikan 8,03 persen, dan prihal ini sudah ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Dewan Pengupahan Provinsi Sumatera Utara, menggelar rapat internal dengan unsur pemerintah, pengusaha dan serikat buruh, di Hotel Putra Mulia, Jalan Gatot Subroto, Kota Medan.

Dari hasil rapat tersebut telah diputuskan bersama, telah ditetapkan bersama bahwa UMP akan naik menjadi Rp 2,3 Juta dari sebelumya Rp 2,1 juta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Sumut Harianto Butarbutar mengatakan, bahwa penetapan UMP sudah pada tahap akhir, dan esok akan melakukan pengumuman secara serentak seluruh Indonesia.

"Sudah ditandatangani oleh pak Edy Rahmayadi, dan akan diumumkan secara serentak seluruh Indonesia pada esok harinya," ucapnya.

Dewan pengupahan Provinsi Sumatera Utara, sekaligus Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Maruli Silitonga mengatakan, surat keputusan (SK) penetapan UMP 2019 Sumut telah ditandatangani oleh Edy Rahmayadi.

"Sudah ditandatangani oleh pak Edy, dengan No.188.44/1365/KPTS/2018 tentang penetapan UMP 2019 Sumut sebesar Rp2.303.403,43. Berlaku mulai 1 Januari 2019. Ini berdasarkan rapat dewan pengupahan provinsi, pemerintah apindo dan serikat Buruh pada 23 oktober lalu," kata Maruli Silitonga kepada Tribun Medan, Rabu (31/10/2018).

Peraturan ini akan dijalankan pada 2019 mendatang, setelah kesepakan bersama dengan Menteri Tenaga Kerja. Maruli menyampaikan, sebelumnya sudah menyampaikan rekomendasi kepada Edy Rahmayadi terkait hal ini menjadi upah penyanggah.

"Dewan pengupahan membuat rekomendasi kepada gubernur atas hal ini. Menjadi upah penyanggah bagi Sumut. Berlaku secara umum di Sumut. Dan kab kota melaksanakan rapat dewan pengupahan mendapat rekomendasi diteruskan ke Dewan Pengupahan provinsi. Besaran UMK sama dengan 8,03 persen," katanya.
(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved