Forum Komunikasi Masyarakat Karo Tuntut Tersangka Korupsi Tugu Mejuah-Juah Ditahan

Kedatangan mereka ke sana untuk meminta kejelasan terkait empat tersangka kasus korupsi pembangunan Tugu menjuah-juah

Forum Komunikasi Masyarakat Karo Tuntut Tersangka Korupsi Tugu Mejuah-Juah Ditahan
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Forum Komunikasi Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pers Kabupaten Karo, menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Karo, Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Kamis (1/11/2018). Mereka menuntut agar para tersangka korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah segera ditahan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, KABANJAHE - Gerbang pintu masuk Kantor Kejaksaan Negeri Karo terlihat dipadati puluhan orang, Kamis (1/11/2018). Diketahui, mereka merupakan gabungan dari Forum Komunikasi Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pers Kabupaten Karo.

Pantauan Tribun-Medan.com, mereka turut membawa kertas karton yang bertuliskan "Korupsi adalah kejahatan luar biasa", dan "berani korupsi, berani atau siap masuk bui". Tak hanya itu, mereka juga membawa sebuah keranda kecil yang terbuat dari bambu dan ditutup dengan karung goni.

Menurut koordinator aksi Budianta Sembiring, kedatangan mereka ke sana untuk meminta kejelasan terkait empat tersangka kasus korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah, beberapa waktu lalu. Dirinya menyebutkan, yang menjadi pertanyaan saat ini, kenapa para tersangka hingga kini belum juga ditahan. Untuk itu, kedatangan mereka untuk meminta sikap tegas kejaksaan dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Yang ingin kami tanyakan, kenapa hingga sekarang mereka belum ditahan juga, padahal kan statusnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tidak seperti tersangka korupsi lain yang langsung ditahan," ujar Budianta.

Selain itu, mereka juga menuntut keduanya untuk segera dinonaktifkan dari jabatannya. Karena diketahui, dua di antara tersangka yaitu CT dan RT tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dan diduga hingga saat ini masih menduduki jabatannya. Diketahui, CT merupakan Kepala Dinas Perkim Karo, dan RT adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dinas yang sama.

"Jadi kami minta kepada pihak kejaksaan untuk menyurati bapak Bupati Karo Terkelin Brahmana, dengan memberitahukan bahwa keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Jadi bisa segera dinonaktifkan bahkan dicopot dari jabatannya," katanya.

Saat dikonfirmasi ke pihak kejaksaan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karo Gloria Sinuhaji S.H, M.H, mengaku pihaknya sudah memberikan surat pemberitahuan ke bupati. Terlebih, setiap ASN yang terlibat kasus saat akan diperiksa biasa melalui atasannya. Dalam hal ini, tentunya surat akan langsung dikirimkan ke bupati, karena CT merupakan kepala dinas.

"Setiap pejabat yang dipanggil, biasanya melalui atasan yang bersangkutan. Untuk menghadirkan tersangka untuk dilakukan pemeriksaan. Kalau dia anggota, berarti kita surati kepala dinasnya, ini kan kepala dinasnya yang bermasalah, makanya sudah kita surati bupati," katanya.

Namun, untuk lebih lanjutnya dirinya mengatakan mereka tidak punya wewenang untuk ikut campur di dalam internal Pemkab.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved