Lion Air Jatuh

Jenazah Korban Lion Air yang Teridentifikasi, Hingga Cerita Pilu Laura Lazarus yang Lolos dari Maut

Polri berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Jenazah Korban Lion Air yang Teridentifikasi, Hingga Cerita Pilu Laura Lazarus yang Lolos dari Maut
Kolase Instagram@lauralazarus
Laura Lazarus, mantan Pramugari Lion Air yang lolos dari maut 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.

Identitas korban diketahui seorang perempuan bernama Jannatun Cintya Dewi (24) warga Sidoarjo, Jawa Timur.

Satu Jenazah Korban Kecelakaan Lion Air JT 610 Teridentifikasi, Atas Nama Jannatun Cintya Dewi
Kepala Pusat Inafis Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Hudi Suryanto menunjukkan gambar sidik jari satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di RS Polri, Rabu (31/10/2018). |Capture/Kompas TV
(Kisah pilu mantan pramugari Lion Air ada di akhir berita).

Korban merupakan anak dari Bambang Supriyadi sebagai suami dan Surtiem sebagai isteri.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Inafis Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Hudi Suryanto dalam konferensi pers dalam konferensi pers di Rumah Sakit Polri Jakarta, Rabu (31/10/2018).

"Dari 24 kantong yang kami terima, ada satu kantong, tepatnya kantong bernomor reg 00 lion tanjung priok/0010/xxx/201," ujar dia seperti dikutip dari Kompas TV Live.

Kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air tiba di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Senin (29/10/2018).
Kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air tiba di Pelabuhan JICT Tanjung Priok. (KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR)

Hudi Suryanto mengatakan, identifikasi jenazah Jannatun didapat dari potongan-potongan tubuh yang terdiri dari tangan kanan dengan lima jari lengkap.

"Di dalamnya ternyata ditemukan di antara body part atau bagian-bagian tubuh yang ada di kantong itu. Ditemukan tangan kanan dengan lima jari lengkap," terang Hudi Suryanto.

Lantas, tim DVI mencocokan sidik jari potongan tubuh itu dengan data tunggal e-KTP.

Menurut, Hudi Suryanto, bagian jari telunjuk masih baik kondisinya sehingga dalam proses identifikasi tidak menemui kendala yang berarti.

Lebih lanjut, untuk mendapat hasil yang akurat, kata Hudi, pihaknya juga membandingkan dengan data-data yang ada, seperti dari pihak keluarga hingga ijazah korban.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved