Mahasiswa Minta Gubernur Edy Rahmayadi Copot Kadis Peternakan Sumut 

Korupsi yang mereka maksud adalah, pengadaan kambing dengan nilai sebesar delapan miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan Bencana Daerah (APBD) 2018

Mahasiswa Minta Gubernur Edy Rahmayadi Copot Kadis Peternakan Sumut 
Tribun Medan/Satia
Puluhan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Satia

TRIBUN MEDAN.com, MEDAN-Puluhan Mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, meminta kepada Gubernur segera memanggil Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Sumut yang menyelewengkan dana pengadaan hewan ternak.

Mereka yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Pemberantas Korupsi (PMPK) Provinsi Sumatera Utara, meminta kepada Edy Rahmayadi untuk segera memanggil Kadis Peternakan Dahler Lubis karena kembali melakukan korupsi.

Korupsi yang mereka maksud adalah, pengadaan kambing dengan nilai sebesar delapan miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan Bencana Daerah (APBD) 2018 Provinsi Sumut.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beberapa unsur, bahwa benar adanya dugaan korupsi yang dilakukan dengan cara lelang melalui Kelompok Kerja (Pokja) 016-B dengan kode lelang 8173027 pada Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.

"Kami minta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, segera menindaklanjuti kasus ini. Karena kami tahu bahwa Pak Edy sendiri akan membawa Sumut bermartabat yang bebas dari korupsi," kata Awaludin Nasution dengan pelantang suara, Kamis (1/11/2018).

Kotak Hitam Lion Air - Black Box Orange Ditemukan, Begini Kondisi Diangkat dari dalam Laut 30 Meter

Postingan Siswi SMA di Awal Oktober Lalu Kembali Viral, Sudah Peringatkan Pesawat Akan Ada Jatuh

Gubernur Kaltim Isran Noor Buka-bukaan Soal Undang HTI Ikut Rapat Hingga Protes ke Najwa Shihab

Diketahui dinas tersebut membuka lelang untuk penyediaan ternak kambing guna kebutuhan pembibitan di Sumatera Utara. Awaludin mengatakan, bahwa tidak benar adanya pengadaan hewan ternak tersebut.

"Kalau memang ada mana itu hewan ternaknya, tidak pernah didistribusikan. Jangan beginilah, sudah banyak pejabat di Sumut ini yang melakukan korupsi dan tertangkap. Jangan bawak Sumut ini menjadi daerah korupsi. Pak Edy segera lakukan tindakan," kata dia.

Cerita Pembawa Belanjaan Jokowi, Tak Sempat Minta Doa Presiden untuk Istrinya yang Lumpuh

Pembunuh Berantai Paling Mematikan Niels Högel! Bantai 200 Orang, Motifnya untuk Gagah-gagahan

Awaludin menyampaikan, pada lelang terbuat setidaknya ada 63 perusahaan yang menawarkan dirinya dan mengikuti lelang terbuka. Kemudian setelah mendaftar, ada proses seleksi yang dilakukan, dan mengahdirkan delapan perusahaan yang mengikuti tahap selanjutnya.

Setelah selesai, hanya ada empat perusahaan yang berhasil memenangkan tender proyek pengadaan kambing tersebut, yaitu CV Agro Riau Pesisir, PT Melayu Muda Kontruksi, PT Ananta Cahaya Hamzah, PT Dua Telaga Batang Gadis.

Mahasiswa Humbang Hasundutan Gelar Try Out hingga Olimpiade untuk Pelajar SMA 

Masih Jalani Fisioterapi, Kiper PSMS Berharap Bisa Tampil Lawan Persib Bandung

Pengantin Baru Selundupkan 1 Kilogram Sabusabu Bareng Mertua di Bandara Kualanamu

Bea Cukai RI Sita Minuman Keras Dagangan Tanpa Pita Cukai di Medan

"Yang anehnya, kenapa yang dinyatakan layak sebagai calon pemenang tender malah yang penawarannya sangat tinggi di antara lain. Kami menduga panita lelang asal-asalan menentukan pemenang tender, bahkan diduga kongkalikong untuk memenangkan salah satu peserta," ucapnya.

Dengan prilaku yang merugikan Negara ini, mereka meminta kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara seegera mungkin memeriksa Dahler Lubis yang melakukan monopoli terhadap anggaran tersebut.

270 Atlet Bertarung di Kejurnas Gulat Antar Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar 2018

Peter Butler Angkat Tangan, Minta Maaf Tak Mampu Selamatkan PSMS dari Zona Degradasi

Kapolda Sumut Resmikan Galeri Perdamaian Anti Paham Radikalisme Milik Ustaz Khairul Ghazali

Setelah itu, meminta kepada Edy Rahmayadi untuk segera mencopot atau mengeset Dahler Lubis dari jabatannya, sebagai kepala dinas, karena memiliki pengalaman yang buruk bagi instansi yang telah dipimpinnya.

Kemudian, para mahasiswa meminta untuk menentukan sikap sebagai seorang gubernur yang baru saja dilantik dan memimpin Sumut.

(Cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved