Tragedi Lion Air - AirAsia, Lacak Sinyal Handphone dan Bahaya Ponsel saat Penerbangan

Jatuhnya pesawat Lion Air 29 Oktober 2018, mengingatkan kita pada tragedi AirAsia QZ8501 yang juga jatuh 28 Desember 2014 lalu

Tragedi Lion Air - AirAsia, Lacak Sinyal Handphone dan Bahaya Ponsel saat Penerbangan
grid.id
Sinyal handphone di pesawat 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pencarian para penumpang korban tragedi Lion Air JT610 masih terus dilakukan.

Teranyar, petugas menemukan lokasi suara ping locator dari black box pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang itu.

Jatuhnya pesawat Lion Air 29 Oktober 2018, mengingatkan kita pada tragedi AirAsia QZ8501 yang juga jatuh menghujam laut 28 Desember 2014 lalu.  

Pada saat itu, sempat dilaporkan ada sinyal handphone yang terdeteksi oleh tim pencari AiraAsia QZ8501 dan bisa menjadi pelacak temuan lokasi.

Tapi, seperti yang kita tau, apakah sinyal terdeteksi saat pesawat masih terbang atau justru saat pasca kecelakaan?

Apa sih bahaya menyalakan sinyal handphone di kala pesawat terbang landas?

Baca: Lion Air Terkini - Suami Pilot, Artis Iis Dahlia Ungkap Kejadian Dramatis Pernah Dialami

Baca: Kapten Pilot Blak-blakan Menguak Keamanan Terbang Lion Air, Beda Pesawat Garuda & Sriwijaya

Oke, mari kita telaah.

Baik ponsel maupun sistem komunikasi pesawat sama-sama mengandalkan frekuensi.

Ponsel yang terkoneksi Base Transceiver Station (BTS), meski tidak digunakan berkomunikasi, tetap aktif mencari sinyal.

Sementara pilot berkomunikasi dengan Air Traffic Control (ATC) yang mengatur lalu lintas udara.
 

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Hai.Grid.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved