Terungkap Kenapa Payudara Kiri Lebih Besar Daripada Kanan, Hingga Mengenal Ciri-ciri Kanker Payudara

Beberapa orang mengeluhkan payudara kiri yang ukurannya lebih besar dibanding yang kanan

Terungkap Kenapa Payudara Kiri Lebih Besar Daripada Kanan, Hingga Mengenal Ciri-ciri Kanker Payudara
Shutterstock
Ilustrasi 

Selain munculnya benjolan, tanda dan ciri kanker payudara stadium awal yang dapat Anda kenali adalah:

  • Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara.
  • Perubahan bentuk pada puting payudara.
  • Rasa sakit pada payudara yang tak kunjung hilang, bahkan ketika Anda sudah masuk ke masa haid bulan berikutnya. Meski begitu, beberapa wanita juga ada yang tidak mengalami rasa sakit atau nyeri di payudaranya.
  • Puting mengeluarkan cairan bening, berwarna cokelat, atau kuning.
  • Puting tiba-tiba memerah dan bengkak tanpa diketahui penyebabnya.
  • Bengkak di sekitar ketiak yang disebabkan karena pembesaran kelenjar getah bening di daerah tersebut.
  • Pembuluh vena terlihat pada payudara, akibatnya urat-urat di bagian payudara terlihat dengan jelas.
  • Pada stadium lanjut mulai tampak adanya kelainan pada kulit payudara (seperti kulit jeruk atau kulit menjadi kemerahan), terkadang kulit juga jadi mencekung seperti lesung pipi karena tertarik oleh benjolan.

Apabila Anda mengalami atau mencurigai salah satu gejala dan ciri-ciri kanker payudara stadium awal seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Ini dilakukan supaya Anda mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda. Dengan tanggap terhadap ciri-ciri kanker payudara stadium awal, maka peluang Anda untuk sembuh dari penyakit ini juga semakin besar. 

Berbagai penyebab kanker payudara

Sebenarnya sampai saat ini para peneliti masih belum dapat mengetahui secara pasti apa penyebab kanker payudara.

Layaknya kanker lainnya, kanker payudara adalah suatu kondisi ketika sel tertentu bertumbuh abnormal dan tidak dapat dikontrol. Lama kelamaan, sel kanker ini akan menyerang jaringan payudara sehat terdekat dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh.

Lebih lanjut, peneliti telah berhasil menemukan beberapa gen yang jika dimutasi, akan berpotensi terhadap perkembangan kanker payudara. Gen mutasi ini adalah gen kanker 1 (BRCA1) dan gen kanker 2 (BRCA2).

Kedua gen ini ditemukan pada kurang lebih 10 persen populasi pasien dengan kanker payudara. Meski begitu, bahkan dengan adanya gen mutasi, para ahli masih belum dapat menetapkan penyebab interaksi biokimia tambahan yang dibutuhkan dalam perkembangan sel kanker payudara.

payudara nyeri bengkak

Selain mutasi gen, para peneliti juga sepakat bahwa riwayat medis atau gaya hidup seseorang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Beberapa faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab kanker payudara adalah:

1. Jenis kelamin

Wanita 100 kali lebih sering didiagnosis kanker payudara dibanding pria. Ini karena pengaruh hormon seks wanita, khususnya estrogen dan progestron. Pada beberapa kasus kanker payudara, kedua hormon ini bertindak sebagai pemicu pertumbuhan dan pembelahan sel.

Risko kanker ini umumnya akan meningkat akibat sel-sel payudara yang kerap terkena paparan kedua hormon ini selama siklus menstruasi. Selain itu, wanita yang mengalami menstruasi dini (sebelum 12 tahun), menopause setelah 55 tahun, serta memiliki payudara besar juga berisiko tinggi terhadap penyakit kanker payudara.

2. Usia

Menurut kajian American Cancer Society, lebih dari dua pertiga kasus kanker payudara ditemukan pada wanita berusia 55 tahun dan lebih. Hanya seperdelapan populasi wanita yang ditemukan memiliki kanker payudara di usia kurang dari 45 tahun.

3. Riwayat medis keluarga

Faktor risiko lain yang berpotensi jadi penyebab kanker payudara adalah riwayat medis keluarga. Wanita berisiko lebih tingi terkena kanker payudara jika mereka memiliki hubungan darah langsung dengan orang yang terdiagnosis kanker payudara, misalnya ibu, kakak, atau anak.

4. Genetik

Menurut Memorial Sloan Kettering Cancer Center, mutasi genetik BRCA1 dan BRCA, sejauh ini adalah penyebab kanker payudara turunan yang paling umum.

Mutasi BRCA1 umumnya hanya akan memengaruhi risiko kanker payudara pada wanita, tapi mutasi BRCA2 memiliki andil sebagai faktor risiko kanker payudara baik pada wanita maupun pria.  Gen lainnya yang memiliki peran dalam kanker payudara turunan adalah ATM, p53, CHEK2, PTEN, dan CDH1.

5. Etnis tertentu

Salah satu faktor penyebab kanker payudara lainnya adalah etnis. Wanita berkebangsaan Eropa dinilai lebih rentan dengan kanker payudara. Meski begitu, wanita Afrika-Amerika memiliki peluang kelangsungan hidup yang sangat kecil untuk bertahan dari penyakit ini. Kanker payudara juga menjadi penyebab kematian utama pada wanita Hispanik.

Di Indonesia, kanker payudara menduduki peringkat pertama penyebab kematian pada wanita, mengalahkan sejumlah jenis kanker lainnya. Angka kematian akibat kanker payudara pada wanita mencapai 21,4 persen berdasarkan data profil mortalitas Kanker (Cancer Mortality Profile) yang dirilis oleh WHO tahun 2014.

6. Faktor gaya hidup

Selain berbagai faktor penyebab kanker payudara yang sudah disebutkan di atas, beberapa kebiasaan gaya hidup juga secara tidak langsung ikut menjadi penyebab kanker payudara. Menurut American Cancer Society, gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara termasuk:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Tidak memiliki anak
  • Memiliki anak pertama setelah berusia 35 tahun
  • Mengonsumsi pil KB
  • Menggunakan terapi pengganti hormon

Berbagai pilihan pengobatan kanker payudara

Berikut ini beberapa pilihan pengobatan kanker payudara di antaranya:

1. Pembedahan

  • Bedah konservatif, yaitu mengangkat sel kanker beserta kelenjar getah bening yang terlibat.
  • Mastektomi total, yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker.
  • Modified radical mastectomy (mastektomi radikal yang dimodifikasi), yaitu mengangkat seluruh payudara yang terkena kanker, kelenjar getah bening di bawah ketiak, sepanjang otot pada dada, dan terkadang sebagian otot dinding dada.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X bertenaga tinggi yang ditargetkan untuk membunuh sel-sel kanker dapat mengurangi risiko kekambuhan. Radiasi umumnya digunakan untuk menghancurkan sel-sel yang lolos operasi. Terapi ini diberikan secara teratur bagi wanita yang berisiko tinggi setelah menjalani mastektomi.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah terapi kanker menggunakan obat-obatan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat dilakukan sebelum pembedahan untuk mengecilkan tumor sebelum diangkat. Selain itu, terapi ini juga dapat dilakukan setelah pembedahan untuk mencegah pertumbuhan tumor kembali.

4. Terapi hormon

Terapi hormon adalah jenis terapi kanker dengan menghambat kerja hormon dan mencegah perkembangan sel kanker. Terapi ini efektif hanya pada kanker pada payudara yang sensitif terhadap hormon. Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tipe kanker di payudara Anda.

5. Terapi target

Terapi target adalah terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal. Terapi ini antara lain:

  • Antibodi monoklonal
  • Penghambat tirosin kinase
  • Cyclin-dependent kinase inhibitors (penghambat cyclin-dependent kinase)

Semakin dini stadium kanker payudara Anda maka semakin tinggi tingkat keberhasilan pengobatannya. Bahkan menurut data dari National Cancer, seseorang yang mengalami kanker payudara stadium satu memiliki peluang untuk bertahan hidup 5 tahun ke depan mencapai 100 persen.

Bagaimana cara mendeteksi ciri kanker payudara stadium awal?

nyeri payudara karena PMS

Untuk mengetahui ciri awal kanker payudara, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti:

1. Periksa payudara sendiri

Langkah paling mudah untuk mengetahui ciri awal kanker payudara, Anda dapat melakukan SADARI, atau pemeriksaan payudara sendiri. Pemeriksaan payudara sendiri adalah teknik pengecekan bagi wanita yang dapat dilakukan di rumah untuk memeriksa benjolan pada payudara.

Pemeriksaan SADARI yang dilakukan secara rutin akan membantu mengenali tekstur jaringan payudara normal, sehingga jika nanti Anda merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada payudara, Anda dapat menyadarinya dan bisa segera memeriksakannya ke dokter. Cobalah biasakan untuk memeriksa payudara sendiri setiap bulan. Dengan cara ini, Anda akan dapat dengan mudah mendeteksi ciri-ciri benjolan kanker payudara.

Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah beberapa hari setelah siklus menstruasi selesai. Karena perubahan hormon dapat mempengaruhi bentuk dan perasaan Anda terhadap payudara, pemeriksaan paling baik adalah ketika payudara Anda berada pada status yang normal.

Bagi wanita yang sudah tidak mengalami siklus menstruasi lagi sebaiknya memilih hari yang sama untuk melakukan tes, misalnya hari pertama setiap bulan.

Sangat direkomendasikan untuk menulis jurnal atau catatan tentang bagaimana bentuk payudara Anda pada setiap pengecekan, untuk menemukan jika terjadi perubahan.

2. Mammografi

Selain melakukan SADARI, Anda dapat melakukan pemeriksaan mammografi secara rutin juga penting guna mengetahui ciri awal kanker payudara.

Mammografi adalah teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah untuk mendeteksi dan mendiagnosis kanker payudara.

Mammogram umum dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan klinis rutin dan pemeriksaan payudara mandiri bulanan sebagai langkah penting dalam diagnosis dini kanker payudara.

Wanita berusia 40 tahun dan lebih diharuskan menjalani mammogram setiap satu sampai dua sekali. Jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat kanker payudara, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk memulai mammogram lebih dini, lebih sering, dan menambahkan beberapa alternatif pemindaian lainnya.

Ketika melakukan prosedur ini, payudara Anda akan ditempelkan pada layar pemindai rontgen. Kemudian, sebuah kompressor akan menekan payudara Anda ke bawah untuk meratakan jaringan. Hal ini akan menunjukkan hasil gambar yang lebih jelas dari payudara Anda. (kompas.com/hellosehat.com)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved