Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 Tanpa Mutiara Hitam, Begini Respon Bima Sakti
23 Pemain Timnas Indonesia yang bakal bertarung pada Piala AFF 2018 telah dipilih.
TRIBUN-MEDAN.com-23 Pemain Timnas Indonesia yang bakal bertarung pada Piala AFF 2018 telah dipilih. Pemusatan latihan timnas Indonesia ini akan dimulai pada 1 November 2018.
Lokasi pemusatan latihan skuad Garuda di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Para pemain ini juga dipastikan akan bersama timnas Indonesia hingga berakhir Piala AFF 2018.
Pada ajang tersebut, timnas Indonesia berada di Grup B bersama juara bertahan Thailand, Filipina, Singapura, dan Timor Leste. "Kami memanggil 23 pemain pada TC (training center) terakhir timnas Indonesia di Cikarang," kata Bima.
"Pemain akan berkumpul pada 1 November dan besoknya kami langsung menggelar latihan," ucapnya dikutip dari laman resmi PSSI.
Bima Sakti lalu menjelaskan soal pemain yang dipanggilnya untuk turnamen dua tahunan ini. "Sebanyak 23 pemain ini merupakan skuad kombinasi antara pemain usia 23 yang bermain di Asian Games 2018 dengan para pilar senior," ujar Bima.
"Perpaduan ini telah kami coba saat melakoni tiga laga uji coba internasional melawan Mauritius, Myanmar, dan Hong Kong," tutur pelatih berusia 42 tahun ini.
Dari 23 pemain itu, ada 3 penjaga gawang, 8 pemain belakang, 10 gelandang, serta 2 penyerang.
Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija), Muhammad Ridho (Borneo FC), Awan Setho (Bhayangkara FC)
Belakang: I Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Gavin Kwan Adsit dan Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Fachruddin Wahyudi Aryanto dan Alfath Fathier (Madura United), Bagas Adi Nugroho (Arema FC), Ricky Fajrin Saputra (Bali United)
Gelandang: Zulfiandi (Sriwijaya FC), Muhammad Hargianto (Bhayangkara FC), Bayu Pradana (Mitra Kukar), Stefano Yantje Lilipaly (Bali United), Evan Dimas Darmono (Selangor FA), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Irfan Jaya (Persebaya), Saddil Ramdani (Persela), Febri Hariyadi (Persib), Riko Simanjuntak (Persija)
Striker: Dedik Setiawan (Arema FC), Alberto Goncalves da Costa (Sriwijaya FC)
Dari 23 nama yang telah dipilih, tak muncul satu pun pemain asli Papua. Padahal seperti banyak diketahui jika kualitas dan talenta pesepak bola Papua mendapat banyak pengakuan.
Pada awal gelaran Piala AFF 1996 (saat itu Piala Tiger), nama Aples Gideon Tecuari dan Chris Yarangga menjadi pemain Papua pertama yang membela panji Garuda.
Terkhusus Aples Tecuari, ia adalah pemain belakang yang merupakan salah satu pesepak bola terbaik tanah Papua saat itu.
Pada 1998 ada nama Alexander Pulalo dan disusul musim-musim selanjutnya yakni Eduard Ivakdalam pada Piala Tiger 2000.
Selanjutnya di ajang 2000-an barulah muncul nama-nama yang hingga kini tak begitu asing karena sebagian mereka masih ada yang berkarier.
Seperti saat Piala Tiger 2002 kembali nama Aples Tecuari menjadi andalan dibarengi satu pemain lincah, Elie Aiboy.
Pada gelaran selanjutnya yakni musim 2004 pun dapat dibilang sebagai lahirnya talenta terbaik tanah Papua, yakni Boaz Solossa.
Bahkan hingga kini nama Boaz abadi dikenal sebagai primadona Pulau Cenderawasih.
Lalu tradisi Papua di timnas Indonesia dilanjutkan oleh Elie Aiboy, Erol Iba (2007), Ian Louis Kabes (2008), Yesaya Desnam dan Oktovianus Maniani (2010).
Selanjutnya Elie Aiboy, Vendry Mofu, dan Maniani (2010), Immanuel Wanggai dan Boaz Solossa (2014), dan edisi terakhir 2016 yakni Yanto Basna dan Boaz.
Bima Sakti Minta Maaf
Pelatih tim nasional Indonesia, Bima Sakti, meminta maaf atas keputusannya yang tidak memanggil satu pun pemain Papua dalam skuad Piala AFF 2018.
Menurut Bima, keputusan yang diambilnya ini murni hanya terkait dengan urusan sepak bola.
"Saya mohon maaf kali ini tidak ada pemain Papua. Namun, tidak ada tujuan lain, semua demi tim dan saya menilai di Papua banyak pemain bagus," kata Bima seusai menghadiri acara AFF Trophy Tour di Jakarta, Minggu (4/11/2018).
Bima mengaku pada awalnya tertarik memanggil Todd Rivaldo Ferre, salah satu pemain timnas U-19 yang dinilai tampil apik pada Piala Asia U-19. Namun, demi kelangsungan karier Todd yang lebih baik pada masa depan, Bima mengurungkan niatnya itu.
"Dia masih berumur 19 tahun. Terlalu cepat naik ke senior. Perlu proses dulu. Namanya kemarin juga belum dimasukkan ke 50 nama (pendaftaran awal)," ucap Bima.
Sebagai informasi, dalam keikutsertaan di Piala AFF (dulu Piala Tiger), timnas Indonesia tercatat selalu diperkuat pemain asal Papua. Namun, hal serupa tidak dilakukan Bima pada Piala AFF 2018.
Dari 23 pemain yang dipanggil, tak ada satu pun yang berasal dari Papua. "Banyak pemain bagus di Papua. Mungkin di event selanjutnya bisa diikutsertakan," kata Bima. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/timnas-indonesia-boaz_20181009_123810.jpg)