Lion Air Jatuh

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta Rusdi Kirana Berdiri, lalu Lontarkan Hal Menohok Ini

''Saya ingin memberi perhatian kepada Rusdi Kirana dan tim. Ini mungkin kejadian yang keberapa kali....''

Keluarga Korban Lion Air PK-LQP Minta Rusdi Kirana Berdiri, lalu Lontarkan Hal Menohok Ini
EPA
Rusdi Kirana, pendiri Lion Air, diminta berdiri oleh keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (5/11/2018) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 mendesak proses pencarian jenazah dan identifikasi terus dilakukan dalam sebuah pertemuan yang emosional dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Basarnas, KNKT, dan pihak manajemen Lion Air di Jakarta, Senin (5/11).

Adik penumpang Ahmad Endang Rokhmana mengaku kalau dirinya takut pemakaman secara massal akan dilakukan tanpa informasi kepada keluarga.

"Kami berharap sekecil apapun harapannya, jasad korban bisa ditemukan dengan keadaan terbaik. Saya mohon proses identifikasi tetap dilanjutkan," ujarnya sebagaimana dilaporkan wartawan BBC News Indonesia, Silvano Majid.

lion air

Para petugas Basarnas mengangkut kantung jenazah dari lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610/REUTERS.

Menanggapi pernyataan itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memutuskan proses evakuasi korban diperpanjang selama tiga hari ke depan terhitung Senin (5/11).

Kunjungi Toko Milik Suaminya, Sifat Asli Maia Estianty Dibongkar oleh Pegawai Butik

Oknum Dokter YS Beber Alasan Kenapa Sampai Puluhan Kali Suntik Bidan Cantik, Begini Respons Istri

Mahfud MD Menjawab Spontan Pertanyaan Kuda atau Kodok, Prabowo atau Jokowi

Update Info 79 Jenazah Korban Jatuhnya Lion Air PK LQP yang Sudah Diidentifikasi, Ini Daftarnya

Kunjungi Toko Milik Suaminya, Sifat Asli Maia Estianty Dibongkar oleh Pegawai Butik

Yuk Bikin Stiker WhatsApp dengan Fotomu Sendiri, Begini Cara Mudah Membuatnya

Remaja Ini Sudah Minum Air Rebusan Pembalut Sejak 2015 untuk Mabuk, Ini Kandungan Pembalut

Budi juga memastikan, setelah perpanjangan selama tiga hari ke depan, proses evakuasi dan identifikasi korban akan terus dilakukan oleh pihak DVI Polri.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Arthur Tampi, juga meyakinkan keluarga korban bahwa "sampai kapanpun kita identifikasi sampai tuntas".

"Bahkan sampai operasi pencarian dihentikan pun, kita tetap melaksanakan proses identifikasi,. Artinya tidak pernah berhenti. Semua akan teridentifikasi. Kami telah menerima 138 kantung jenazah. Artinya tidak otomatis yang teridentifikasi 138 jenazah, bisa lebih bisa kurang. Tapi tidak akan ada yang kita kuburkan massal," paparnya.

Adapun Kepala Basarnas, M Syaugi, menanggapi desakan itu dengan emosional.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved