Breaking News:

Kondisi Sekolah Desa Sampuran Memprihatinkan, Diajar Guru Honorer Bergaji Rp 300 Ribu Sebulan

Usulan pembangunan sekolah baru di Desa Sampuran, Kecamatan Padangbolak, Padanglawas Utara, tidak dapat diwujudkan

Penulis: Tulus IT |
TRIBUN MEDAN / NANDA F BATUBARA
Murid-murid sekolah dasar di sekolah pembantu Desa Sampuran, Kecamatan Padangbolak, Padanglawas Utara, Selasa (30/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Nanda F. Batubara

TRIBUN-MEDAN.com, PADANGLAWAS UTARA - Sekretaris Dinas Pendidikan Pemkab Padanglawas Utara Eva Sartika mengatakan, usulan pembangunan sekolah baru di Desa Sampuran, Kecamatan Padangbolak, Padanglawas Utara, tidak dapat diwujudkan, Senin (5/11/2018).

Sebab, katanya, jumlah anak-anak sekolah dasar di desa itu tidak memenuhi kuota minimal.

Kata Eva, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Nomor 17 Tahun 2017 menetapkan jumlah minimal murid di suatu tempat agar layak didirikan sekolah.

Sekolah baru dapat dibangun bila jumlah murid sekurang-kurangnya mencapai tiga kelas.

Masing-masing kelas harus berjumlah sekitar 20 murid. Artinya, diperlukan sekitar 60 murid untuk bisa membuat sekolah baru.

Jumlah total anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar asal Desa Sampuran sebenarnya mencukupi kuota pembentukan sekolah baru.

Namun, sebagian di antara mereka kini sudah tercatat sebagai murid sekolah SD negeri di Desa Liang Asona. 

Bila murid-murid asal Desa Sampuran itu ditarik, maka jumlah murid yang ada di Liang Asona akan berkurang. Sedangkan menurutnya, jumlah murid di Liang Asona juga terbilang pas-pasan. Penarikan murid itu dikhawatirkan dapat menimbulkan masalah baru.

"Tidak cukup kuotanya," ujar Eva.

Saat ini, kata Eva, data pokok murid-murid kelas satu hingga kelas tiga yang belajar di sekolah pembantu di Desa Sampuran masuk dalam pendataan murid-murid sekolah dasar negeri induk Desa Liang Asona.

Eva mengatakan, kondisi pendidikan anak-anak di Desa Sampuran sudah menjadi program Dinas Pendidikan Padanglawas Utara untuk 2019 mendatang. Katanya, pihak dinas akan menambah tenaga pengajar pada sekolah pembantu di desa itu.

"Tapi itu memang sudah masuk dalam fokus dinas pada tahun depan," katanya.

Eva menambahkan, sekolah pembantu di Desa Sampuran didirikan secara swadaya oleh warga. Tujuannya untuk membantu anak-anak mereka memeroleh pendidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved