Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Berobat

Anak dari pasangan Putra Mustapa (32) dan Wahidanul (47) ini, sangat membutuhkan uluran bantuan, untuk menyembuhkan penyakit Hidrosefalus

Balita Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Berobat
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Alfatah bocah penderita Hidrosefalus butuh uluran tangan untuk biaya berobat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bayi berusia lima tahun, Alfatah warga Jalan Sementok, Simpang Opak sebelum SMP 2 Kuala Simpang, Aceh Tamiang, menderita penyakit Hidrosefalus atau kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak.

Secara harfiah penyakit Hidrosefalus berarti adanya cairan di dalam otak. Cairan serebrospinal biasanya mengalir melalui ventrikel dan menggenangi otak dan tulang belakang.

Anak dari pasangan Putra Mustapa (32) dan Wahidanul (47) ini, sangat membutuhkan uluran bantuan, untuk menyembuhkan penyakit Hidrosefalus yang diderita oleh Alfatah.

Ibu Alfatah, Wahidanul mengatakan sudah selama dua minggu terakhir berada di Kota Medan, untuk mencari bantuan terhadap pengobatan Alfatah, yang tidak lain merupakan anak pertamanya tersebut.

"Sementara ini, kami tinggal berpindah-pindah numpang tempat orang selama di Medan. Kartu keluarga masih warga Medan, karena anak masih dalam berobat," kata Wahidanul, Rabu (7/11/2018).

Kesedihan Nenek Suminah Sambil Dekap Foto Anaknya AKBP Mito, Jenazah Disambut 5 Kapolres

Kereta Api Seruduk Taksi Online, Tiga Penumpang Tewas dan 10 Luka-luka

Ia menambahkan, bahwa rencananya mau balik dulu ke Kuala Simpang, karena sudah tidak ada biaya bertahan hidup di Medan untuk mencari biaya perobatan anak.

"Sudah capek kali kesana kemari bawa anak, rencana mau balik dulu ke Kuala Simpang. Karena mau menyewa rumah pun tidak ada uang. Soalnya suami belum dapat kerja di Medan. Kami sudah minta bantuan ke Kantor Walikota dan Dinas Sosial tidak ada tanggapan. Jenuh saya, kayak tidak ada artinya saya sebagai warga Medan," ujar Wahidanul.

Hasil Pertandingan Liga Champions-Liverpool Tumbang, Inter-Barca Berbagi Angka

Siapkan Mantel Anda, BMKG Prediksi Kota Medan Diguyur Hujan Seharian Penuh

Wahidanul menjelaskan bahwa Alfatah merupakan anak pertamanya, yang sudah menderita sakit Hidrosefalus sejak lahir. Bahkan sekitar bulan Februari 2018 lalu, Alfatah sempat diinapkan di RSUP Haji Adam Malik Medan untuk di operasi kaki. Cuma dibatalkan karena perkembangan badan belum membaik.

Kapolrestabes Rapat Lintas Sektoral Evaluasi Hasil Kerja Bersama 100 Hari Kapolda Sumut

Bobol Usaha Milik Tetangga, Taufik Hidayat Ditangkap saat Kantongi Sabusabu di Kamar Kos

"Saya butuh bantuan untuk perkembangan anak, untuk beli susu biar dia kuat, sehat.
Apalagi suami tidak ada kerjanya jadi tidak berani menyewa rumah di Medan. Kami disini tidak punya tempat tinggal menetap," sebutnya.

Sementara itu, ayah Alfatah, Putra mengatakan sehari-harinya ia hanya bekerja sebagai kuli mengangkat pasir yang telah disedot dari Sungai Tamiang. Kemudian sesampainya di darat diangkut menggunakan sekop diangkat ke mobil truk.

Maling Minta Maaf dan Pulangkan Motor Curian setelah Merasakan Sensasi Mengendarai Motor Gede

Maling Minta Maaf dan Pulangkan Motor Curian setelah Merasakan Sensasi Mengendarai Motor Gede

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved