Perusahaan Paksa Karyawannya Minum Urin dan Makan Kecoa karena Gagal Capai Target 

Menurut laporan media lokal, tindakan keji ini dilakukan karena para pekerja itu tidak memenuhi target penjualan.

Perusahaan Paksa Karyawannya Minum Urin dan Makan Kecoa karena Gagal Capai Target 
Pear Video
Perusahaan hukum pegawai karena tak capai target. 

TRIBUN-MEDAN.com - Tiga manajer dari perusahaan perbaikan rumah di Cina selatan dipenjara setelah memaksa staf perusahaan meminum air kencing dan memakan serangga. Mereka bahkan mencambuk para staf  dengan ikat pinggang.

Menurut laporan media lokal, tindakan keji ini dilakukan karena para pekerja itu tidak memenuhi target penjualan.

Mereka ditangkap setelah seorang karyawan perusahaan di Zunyi, provinsi Guizhou mengklaim telah dikenakan hukuman ekstrem dalam sebuah posting di situs media sosial Weibo pekan lalu.

Hashtag “karyawan yang gagal memenuhi target dipaksa untuk minum air seni” sejak itu telah dilihat hampir 540 ribu kali.

Dalam postingan itu, ia juga menyertai sebuah video yang menunjukkan seorang pria berdiri tanpa atasan di tengah ruangan yang dicambuk oleh pria lain dengan ikat pinggang. Orang-orang lain berkumpul sambil menonton.

Dalam video itu juga ditunjukkan orang-orang meminum cairan berwarna kekuningan dari sebuah cagkir. Namun tak lama berselang, postingan itu kemudian dihapus. Tetapi sebuah situs berita Zunyi Yaowen telah menggandakan informasi tersebut.

 Yang menunjukkan sebuah pesan teks yang dikirim oleh manajer. Atasan itu mengancam staf dengan berbagai hukuman jika mereka tidak memenuhi target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan.

"Jika tujuan penjualan belum dipenuhi pada akhir bulan ini, pemimpin tim harus makan tiga kecoak untuk setiap penjualan yang gagal," satu pesan teks dibaca.

Hukuman lainnya termasuk minum cuka atau air toilet, menjual kondom dan pembalut di jalan dan mencukur kepala mereka, begitulah yang dituliskan dalam kiriman pesan tersebut.

Karena tindakan keji itu, dua manajer perusahaan telah dipenjara selama 10 hari. Sementara manajer yang satunya lagi akan menghabiskan lima hari di penjara.

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved