Breaking News:

Longsor Timbun Tujuh Orang di Nias Selatan, Kepala BPBD Sumut Imbau Masyarakat Siaga Cuaca Ekstrem

Para Bupati/Walikota yang berada di kawasan rawan bencana alam seperti banjir dan longsor untuk menata kembali dan mengendalikan pemukiman penduduk.

Penulis: akb lama |
TRIBUN MEDAN/HO/BPBD Nias Selatan
BPBD bersama warga hingga Minggu (11/11/2018), masih membongkar tanah bekas longsoran untuk mencari enam korban yang dinyatakan hilang saat longsor pada Sabtu (10/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis menyebut, mengingat hampir seluruh wilayah di Sumut terancam longsor khususnya di daerah perbukitan, pihaknya perlu mengundang Badan Geologi Kementrian ESDM untuk melakukan penelitian total.

"Jadi para Bupati ataupun Walikota yang berada di kawasan rawan bencana alam seperti banjir dan longsor untuk menata kembali dan mengendalikan pemukiman penduduk," kata Riadil Akhir, Minggu (11/11/2018).

Dikatakan Riadil, mengingat banyaknya bencana disarankan agar ada Rakor Bencana tingkat Sumut yang dipimpin langsung oleh Gubernur dan mengundang Bupati, Walikota, BMKG, Basarnas, dan TNI/Polri.

Khusus untuk bencana longsor yang melanda Desa Suka Maju Mohili, Kecamatan Gomo pada Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 08.45 WIB, pihaknya terus melakukan pencarian hingga sore hari.

Baca: Tujuh Orang Sekeluarga Tertimbun Longsor di Nias Selatan, Ini Perkembangan Pencarian dari BPBD

Baca: Satu dari Tujuh Korban Longsor Ditemukan, Kapolres Nisel: Evakuasi Terhambat Medan yang Sulit

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat meninjau lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (11/11/2018). Longsor ini mengakibatkan tujuh orang sekeluarga tertimbun. Satu orang dievakuasi meninggal dunia.
Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat meninjau lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (11/11/2018). Longsor ini mengakibatkan tujuh orang sekeluarga tertimbun. Satu orang dievakuasi meninggal dunia. (TRIBUN MEDAN/HO/POLRES NIAS SELATAN)

"Pencarian akan dilakukan esok paginya, mengingat mencari di malam hari sangat sulit karena penerangan yang minim," katanya.

Untuk itu, sambung Riadil, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk menghindar dari perbukitan dan senantiasa siaga dalam menghadapi cuaca ekstrem dan hujan lebat.

"Kita sudah mengerahkan alat berat untuk evakuasi korban. Dan insya Allah besok alat berat sudah tiba di lokasi," katanya.

Ia mengaku, tim BPBD Sumut sudah berada di lokasi sejak sore tadi dan langsung bergabung dengan BPBD Nisel, Polri dan TNI.

"Baru satu korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved