Breaking News:

Satu dari Tujuh Korban Longsor Ditemukan, Kapolres Nisel: Evakuasi Terhambat Medan yang Sulit

"Satu korban yang sudah ditemukan yaitu Kristofen Hulu (4). Dan mereka semua keluarga," ujarnya.

Penulis: akb lama |
TRIBUN MEDAN/HO/POLRES NIAS SELATAN
Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu saat meninjau lokasi longsor di Desa Sukamajumohili, Dusun II, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (11/11/2018). Longsor ini mengakibatkan tujuh orang sekeluarga tertimbun. Satu orang dievakuasi meninggal dunia. 

"Upaya pencarian masih dilakukan masih dilakukan secara manual maka dari itu kita minta bantuan dari BPBD Nias,"katanya.

"Kondisi cuaca di lokasi sangat tidak mendukung. Tidak mungkin kita lakukan pencarian malam hari," ujarnya.

Baca: Tujuh Orang Sekeluarga Tertimbun Longsor di Nias Selatan, Ini Perkembangan Pencarian dari BPBD

BPBD bersama warga hingga Minggu (11/11/2018), masih membongkar tanah bekas longsoran untuk mencari enam korban yang dinyatakan hilang saat longsor pada Sabtu (10/11/2018).
BPBD bersama warga hingga Minggu (11/11/2018), masih membongkar tanah bekas longsoran untuk mencari enam korban yang dinyatakan hilang saat longsor pada Sabtu (10/11/2018). (TRIBUN MEDAN/HO/BPBD Nias Selatan)

Diberitakan sebelumnya, Basarnas, BPBD, TNI, polisi dan warga masih berupaya mencari enam korban lainnya.

Informasi dihimpun, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 08.45 WIB, Sabtu (10/11/2018). Hujan deras terus menerus yang melanda Kepulauan Nias beberapa minggu terakhir ditengarai sebagai penyebab terjadinya musibah ini.

"Lokasi desa ini terletak di lereng pegunungan, perbatasan Kecamatan Mazo dan Kecamatan Gomo," kata Kepala BPBD Nias Selatan Tandamböwö Lase, Minggu (11/11/2018).

Upaya pencarian yang dilakukan pun masih secara manual. Saat dikonfirmasi sekitar pukul 18.00 WIB, Koordinator Pos SAR Nias Tonggor Gultom mengatakan timnya sudah mundur dari lokasi dan akan melanjutkan mencari esok pagi.

"Kondisi cuaca di lokasi sangat tidak mendukung. Tidak mungkin kita lakukan pencarian malam hari. Longsor susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu, karena hujan-hujan terus di sini," kata Tonggor.

Sementara itu, Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru mengatakan, pihaknya sudah memberangkatkan sejumlah alat berat ke lokasi bencana longsor dan mengevakuasi seratusan warga desa ke tempat aman.

"Mungkin besok pagi baru tiba alat beratnya," kata Sozanolo.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved